Satresnarkoba Polres Batu Edukasi Bahaya Narkoba Sejak Dini di SDN 2 Bumiaji

IMG-20260611-WA0173_copy_891x668

LINGKARMEDIA.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batu terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Salah satu upaya preventif yang dilakukan adalah melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) tentang bahaya narkoba kepada pelajar sejak usia dini.

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di SDN 2 Bumiaji, Kota Batu, Kamis (11/6/2026) pagi. Program ini menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai dampak buruk narkoba sekaligus membangun kesadaran untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/kasat-reskrim-polres-batu-yang-baru-tekankan-pentingnya-informasi-faktual/

Penyuluhan berlangsung secara interaktif dan humanis dengan melibatkan para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan dipimpin langsung oleh dua personel Satresnarkoba Polres Batu, yakni Aipda Dhesi Fabiyanti dan Brigpol Stifi Pangestika.

Dalam kesempatan tersebut, para personel memberikan pemaparan mengenai berbagai jenis narkoba, dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan fisik maupun mental, serta cara mengenali dan menghindari berbagai modus yang digunakan pelaku peredaran gelap narkotika yang kini semakin beragam.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Melalui edukasi bertajuk “Kenali Bahaya Sejak Dini”, para siswa diajak memahami bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan seseorang. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak sehingga pesan yang diberikan dapat diterima dengan baik.

Aipda Dhesi Fabiyanti menjelaskan bahwa pendidikan mengenai bahaya narkoba harus dimulai sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, anak-anak perlu dibekali pengetahuan agar memiliki kemampuan untuk menolak berbagai pengaruh negatif yang mungkin mereka temui di lingkungan sekitar.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Dalam penyuluhan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif narkoba, mulai dari kerusakan fungsi otak, penurunan kemampuan belajar, perubahan perilaku yang ekstrem, hingga risiko kehilangan masa depan akibat ketergantungan terhadap zat berbahaya.

Selain itu, para siswa juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap orang asing dan tidak mudah menerima makanan, minuman, maupun permen dari pihak yang tidak dikenal. Imbauan tersebut diberikan mengingat berbagai modus peredaran narkoba yang terus berkembang dan menyasar berbagai kalangan, termasuk anak-anak.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

“Anak-anak diimbau untuk tidak sembarangan menerima makanan, minuman, atau permen dari orang yang tidak dikenal, karena modus operandi pengedar narkoba saat ini semakin beragam,” ujar Aipda Dhesi di hadapan para siswa.

Ia juga mengajak para pelajar untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengisi waktu luang melalui berbagai kegiatan positif. Menurutnya, aktivitas seperti berolahraga, belajar dengan tekun, mengikuti kegiatan sekolah, serta mengembangkan bakat dan kreativitas dapat menjadi benteng yang kuat dalam mencegah keterlibatan anak-anak dengan narkoba.

“Dalam rangka meningkatkan pola hidup sehat, mari kita semua menyalurkan energi ke dalam kegiatan positif seperti berolahraga, belajar, dan mengasah bakat,” tambahnya.

Secara terpisah, Kapolres Batu AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Ps. Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman menegaskan bahwa sekolah merupakan salah satu garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran sejak dini sehingga anak-anak memiliki daya tangkal yang kuat terhadap berbagai pengaruh negatif di masa mendatang.

“Edukasi ini sengaja kita sasar ke tingkat dasar sebagai langkah proteksi dini. Anak-anak harus paham sejak awal bahwa narkoba sangat berbahaya dan dapat merusak segalanya. Kami ingin menanamkan pola pikir Say No to Drugs sejak usia dini agar mereka memiliki daya tangkal yang kuat terhadap pengaruh negatif di lingkungan luar,” tegas Iptu Huda Rohman.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program pembinaan dan penyuluhan mengenai bahaya narkoba akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah yang berada di wilayah hukum Polres Batu.

Polres Batu juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya guru dan orang tua, untuk berperan aktif dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan aparat penegak hukum dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Polres Batu berharap kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba semakin meningkat sehingga cita-cita mewujudkan Kota Batu Bersinar (Bersih dari Narkoba) dapat tercapai secara bersama-sama.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses