Perjuangan Panjang KSBSI Kawal Marsinah hingga Diresmikan Jadi Museum oleh Presiden Prabowo

IMG-20260516-WA0130

LINGKARMEDIA.COM – Peresmian Museum Marsinah oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momen bersejarah bagi gerakan buruh di Indonesia. Di balik berdirinya museum tersebut, terdapat perjalanan panjang yang selama bertahun-tahun diperjuangkan oleh organisasi buruh, khususnya Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Bagi KSBSI, almarhumah Marsinah bukan sekadar simbol perjuangan kaum pekerja, melainkan sosok pejuang hak buruh yang layak menyandang gelar pahlawan nasional. Perjuangan untuk mengangkat nama Marsinah terus disuarakan sejak 2011, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/presiden-prabowo-resmikan-museum-marsinah-di-nganjuk-simbol-penghormatan-perjuangan-buruh-dan-ham/

Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI Jawa Timur, Ahmad Soim, mengatakan bahwa pengawalan terhadap penghormatan atas perjuangan Marsinah bukanlah proses yang singkat. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, KSBSI terus menyuarakan agar negara memberikan penghargaan yang layak kepada Marsinah atas pengorbanannya memperjuangkan hak-hak pekerja.

“Hingga saat ini kami dari KSBSI tetap konsisten mengawal di dalam negeri hingga ke internasional menyuarakan bahwa sosok almarhum Marsinah merupakan seorang pahlawan. Ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap pahlawan buruh sejak 2011,” ungkap Ahmad Soim kepada awak media.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Nama Marsinah sendiri telah lama menjadi ikon perjuangan buruh Indonesia. Perempuan muda asal Jawa Timur itu dikenal sebagai buruh pabrik yang berani memperjuangkan hak-hak pekerja pada era Orde Baru. Namun perjuangannya berakhir tragis setelah ia ditemukan meninggal dunia pada 1993 dalam kondisi mengenaskan usai memperjuangkan kenaikan upah buruh di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kasus kematian Marsinah hingga kini masih menjadi salah satu catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Peristiwa tersebut juga menjadi simbol bagaimana perjuangan kaum buruh kerap menghadapi tekanan dan intimidasi pada masa itu.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Menurut Ahmad Soim, setiap momentum Hari Buruh Internasional atau May Day, KSBSI selalu menjadikan perjuangan Marsinah sebagai salah satu tuntutan utama kepada pemerintah. Organisasi buruh tersebut secara konsisten meminta agar Marsinah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, khususnya sebagai pahlawan buruh Indonesia.

“Kami setiap momen May Day terus memperjuangkan dan meminta kepada Presiden Indonesia agar Marsinah dijadikan Pahlawan Nasional yaitu Pahlawan Buruh, baik Marsinah maupun KH Abdurrahman Wahid,” katanya.

Tidak hanya melalui aksi dan tuntutan saat May Day, perjuangan mengenang Marsinah juga diwujudkan dalam pembangunan patung Marsinah yang diinisiasi KSBSI sejak 2013. Patung tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan kaum buruh serta pengingat atas sejarah panjang perjuangan hak pekerja di Indonesia.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Ahmad Soim menjelaskan, pembangunan patung Marsinah tidak lepas dari peran tokoh-tokoh senior gerakan buruh di Jawa Timur, salah satunya Sukardi, yang merupakan pendiri SBSI Jawa Timur. Menurut Soim, Sukardi memiliki peran besar dalam menginisiasi pendirian patung Marsinah sebagai bentuk penghormatan kepada sosok pejuang buruh tersebut.

“Pembangunan patung itu sendiri mulai 2013 yang diinisiasi oleh KSBSI. Dalam pendiriannya ada Mbah Sukardi yang merupakan tokoh pendiri SBSI Jawa Timur. Saat ini beliau tidak bisa melihat bahwa Marsinah sudah dijadikan pahlawan. Beliau merupakan orang yang menginisiasi pembangunan patung Marsinah,” ujarnya.

Peresmian Museum Marsinah oleh Presiden Prabowo dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia. Museum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga pusat edukasi bagi generasi muda mengenai perjuangan hak-hak pekerja dan nilai-nilai keadilan sosial.

Keberadaan museum itu juga dianggap sebagai bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan kaum buruh yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Bagi para aktivis buruh, peresmian museum menjadi simbol bahwa perjuangan Marsinah tidak dilupakan.

Ahmad Soim pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Museum Marsinah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta organisasi pekerja dan serikat buruh menjadi bagian penting dalam menjaga sejarah perjuangan buruh Indonesia.

“Kami tetap konsisten dan berterima kasih kepada semua pihak baik pemerintah, TNI, Polri maupun serikat pekerja dan serikat buruh yang bisa bersama-sama menyaksikan bahwa Marsinah sudah diangkat sebagai pahlawan,” tuturnya.

Lebih jauh, KSBSI berharap keberadaan Museum Marsinah dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi kaum pekerja harus terus dilanjutkan. Museum tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya perlindungan hak asasi manusia, kebebasan berserikat, dan penghormatan terhadap hak-hak buruh.

Sementara itu, Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban menekankan kepada pemerintah agar penghormatan terhadap perjuangan Marsinah bukan hanya sebagai simbol. “Sebagai organisasi konfederasi buruh, KSBSI menekankan kepada pemerintah bahwa penghormatan terhadap perjuangan Marsinah harus diwujudkan tidak hanya dalam simbol atau memorial, tetapi juga dalam kebijakan nyata yang berpihak pada pekerja”.

Elly menegaskan kepada pemerintah perlu memastikan penegakan hukum ketenagakerjaan berjalan kuat, melindungi kebebasan berserikat, menciptakan pekerjaan layak, menjamin upah yang manusiawi, serta melibatkan serikat buruh dalam setiap proses pengambilan kebijakan ketenagakerjaan dan transisi ekonomi.

Bagi gerakan buruh Indonesia, nama Marsinah kini bukan hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Perjuangan panjang yang dikawal KSBSI sejak 2011 akhirnya mulai membuahkan hasil dengan hadirnya museum yang didedikasikan untuk mengenang keberanian dan pengorbanan Marsinah.

Peresmian Museum Marsinah pun menjadi pesan kuat bahwa sejarah perjuangan buruh memiliki tempat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses