Warga Giripurno Gelar Aksi Tuntut Realisasi Kesepakatan dengan Yayasan Al-Hikmah
LINGKARMEDIA.COM – Sejumlah warga Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap belum dilaksanakannya hasil kesepakatan antara warga dengan pihak Yayasan Al-Hikmah. Aksi tersebut berlangsung pada Selasa (28/4/2025) siang dan dipusatkan di tiga titik strategis, yakni Balai Desa Giripurno, Kantor Kecamatan Bumiaji, serta lokasi Yayasan Al-Hikmah.
Aksi ini menjadi puncak kekecewaan warga setelah pihak yayasan dinilai belum memenuhi sejumlah poin penting dalam kesepakatan yang telah disepakati bersama pada 31 Desember 2025. Dalam kesepakatan tersebut, terdapat 14 poin yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu 90 hari sejak tanggal penandatanganan. Namun hingga batas waktu yang ditentukan berakhir, warga menilai komitmen tersebut belum dijalankan secara maksimal.

Sejak siang hari, warga mulai berkumpul dengan membawa berbagai spanduk dan banner berisi tuntutan. Mereka menyuarakan aspirasi secara tertib dan damai, namun tetap tegas dalam mendesak pihak Yayasan Al-Hikmah untuk segera merealisasikan isi kesepakatan. Spanduk yang dibentangkan juga memuat secara rinci 14 poin hasil kesepakatan sebagai bentuk pengingat atas komitmen yang telah dibuat bersama.
Koordinator aksi, Ali Wibowo, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini merupakan langkah nyata warga dalam memperjuangkan hak dan menjaga komitmen yang telah disepakati. Ia menegaskan bahwa warga tidak menginginkan konflik berkepanjangan, melainkan hanya menuntut kejelasan dan pelaksanaan kesepakatan.
“Kami warga Giripurno, khususnya Dusun Sabrang Bendo, hari ini menggugat atas kesepakatan 14 poin yang sudah disepakati bersama. Ini bukan sekadar aksi, tetapi bentuk keseriusan kami dalam menjaga hak dan kesepakatan yang telah dibuat,” ungkap Ali Wibowo di hadapan massa aksi.

Menurutnya, salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut berkaitan dengan pengelolaan dan perlindungan sumber mata air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat setempat. Warga merasa bahwa keterlambatan pelaksanaan kesepakatan berpotensi mengancam keberlanjutan sumber air yang selama ini menjadi penopang kehidupan mereka.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Aksi kemudian berlanjut ke Balai Desa Giripurno, di mana Kepala Desa Giripurno, Suntoro, menyambut langsung kedatangan warga. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat dalam menjaga sumber daya alam, khususnya sumber mata air yang menjadi aset penting desa.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Giripurno mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga yang telah menjaga sumber mata air. Apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan desa kita,” ujar Suntoro.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus berupaya memfasilitasi komunikasi antara warga dengan pihak Yayasan Al-Hikmah agar persoalan ini dapat segera menemukan titik terang. Menurutnya, dialog dan koordinasi menjadi kunci dalam menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai dan berkelanjutan.
Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1AsvdQn4uw/
Setelah dari Balai Desa, massa aksi bergerak menuju Kantor Kecamatan Bumiaji. Di lokasi tersebut, Camat Bumiaji, Thomas Maido, turut menerima perwakilan warga dan menyampaikan dukungannya terhadap upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber air.

Thomas menilai bahwa gerakan yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan siap menjadi mediator untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pihak yayasan.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
“Kami mendukung penuh upaya warga yang tergabung dalam Forum Peduli Sumber Air Sabrang Bendo. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan, khususnya sumber air yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” ujar Thomas.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan semua pihak terkait guna memastikan bahwa kesepakatan yang telah dibuat dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aksi kemudian dilanjutkan ke lokasi Yayasan Al-Hikmah sebagai pihak yang menjadi sasaran tuntutan warga. Di lokasi tersebut, warga kembali menyampaikan aspirasi mereka dengan harapan pihak yayasan dapat segera memberikan kejelasan terkait pelaksanaan kesepakatan.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada langkah konkret yang terlihat dari pihak yayasan. Mereka berharap adanya itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini tanpa harus menimbulkan konflik yang lebih besar.
Selain itu, warga juga menegaskan bahwa aksi ini akan terus dilakukan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Namun demikian, mereka tetap berkomitmen untuk menjaga aksi tetap berlangsung secara damai dan tidak anarkis.
Forum Peduli Sumber Air Sabrang Bendo sebagai wadah perjuangan warga juga menyatakan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh poin kesepakatan benar-benar dilaksanakan. Mereka berharap adanya transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak dalam menjalankan komitmen yang telah disepakati.
Kasus ini menjadi perhatian publik di Kota Batu, mengingat pentingnya keberadaan sumber mata air bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai kebutuhan sehari-hari, sumber air juga memiliki nilai ekologis yang tinggi dan harus dijaga keberlanjutannya.
Dengan adanya aksi ini, warga berharap pemerintah daerah dapat turun tangan lebih aktif untuk memastikan bahwa hak-hak masyarakat terlindungi dan kesepakatan yang telah dibuat tidak hanya menjadi dokumen formal tanpa realisasi di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Yayasan Al-Hikmah terkait tuntutan warga tersebut. Masyarakat pun masih menunggu langkah konkret yang akan diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








