Impor Baju Bekas Dilarang, Ayo berbisnis Thrift Lokal Saja

IMG-20251028-WA0177

Jakarta, lingkarmedia.com – Praktik bisnis thrift dinilai sudah berlangsung lama dan sangat mudah diakses oleh masyarakat. Hal tersebut terlihat dari salah satu pusat barang thrift yang berjualan secara terbuka di kawasan Pasar Senen dan pasar Baru, Jakarta Pusat. Kalau di Bandung, ada Pasar Cimol Gedebage yang banyak diburu anak-andomestik

Minat terhadap produk yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau, membuat sektor ini terus berkembang. Namun, larangan pemerintah terhadap impor pakaian bekas dari luar negeri menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi.

Salah satu solusi yang menjanjikan adalah dengan mengalihkan fokus ke pakaian preloved lokal. Selain legal, bisnis ini memiliki potensi besar untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan pakaian bekas diperbolehkan untuk dijual asal tidak berasal dari impor.

Hal ini disampaikan oleh Jerry sebagai respons atas masih maraknya penjualan pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta. Jerry menegaskan, para pedagang diperbolehkan berjualan pakaian bekas asalkan berasal dari dalam negeri, bukan yang diimpor dari luar negeri atau ilegal, seperti dikutip dari antaranews.

Meskipun sudah ada larangan impor pakaian dan sepatu bekas, para pengusaha thrifting bisa beradaptasi dengan menjual produk lokal dan nyatanya pasar pakaian preloved lokal ini masih sangat menjanjikan. Berikut ini beberapa alasan peluang bisnis pakaian bekas bisa sangat menguntungkan.

Tren sustainability

Kesadaran masyarakat akan dampak lingkungan dari limbah tekstil semakin tinggi. Pakaian bekas atau preloved menjadi salah satu solusi sederhana untuk mengurangi limbah ini. Generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, semakin tertarik pada produk fashion yang mendukung sustainability, sehingga membuat bisnis preloved memiliki daya tarik tersendiri.

Harga terjangkau

Kalau mau gaya tanpa menguras kantong, pakaian preloved bisa jadi solusi. Tak sedikit pasar lokal yang menjual pakaian bermerek dengan harga yang lebih ramah di kantong. Produk berkualitas dengan harga yang lebih murah dibandingkan pakaian baru menjadi alasan utama banyak orang beralih ke thrifting.

Gaya unik dan eksklusif

Salah satu daya tarik utama dari pakaian preloved adalah variasi gaya yang unik dan sering kali sulit ditemukan di toko biasa. Barang vintage atau koleksi spesial dari brand ternama yang dijual sebagai preloved memberikan nilai eksklusif yang diincar banyak konsumen.

Ada dukungan marketplace

Di era digital, menjual pakaian preloved menjadi lebih mudah melalui marketplace. Selain itu, tren live shopping di media sosial semakin memudahkan pelaku usaha untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Pasokan pakaian lokal yang melimpah

Masyarakat Indonesia memiliki banyak pakaian berkualitas yang sudah tidak digunakan, tetapi masih layak pakai. Ini membuka peluang besar untuk mengolah pakaian bekas lokal menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Kolaborasi dengan selebgram atau komunitas yang ingin menjual koleksi preloved mereka bisa menjadi langkah awal yang efektif.

Legal dan mendukung industri lokal

Berbisnis preloved lokal tidak melanggar aturan pemerintah, sehingga pelaku usaha dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang. Selain itu, ini juga mendukung ekonomi lokal dengan memutar kembali pakaian yang sudah ada di pasar domestik.

Penulis: Ramses

Editor: Samsu