Buka Rute Internasional, Bandara Semarang Jadi Jalur TPPO ke Arab Saudi
Jakarta, lingkarmedia.com – Meningkatnya status bandara Semarang jadi internasional, langsung menjadi sorotan tajam. Bandara ini menjadi incaran penjahat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terkait pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara melawan hukum.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) berhasil menyelamatkan sembilan orang PMI yang diduga akan dikirimkan ke luar negeri oleh sindikat penempatan PMI, (8/10/2025).
Penggagalan ini dilakukan bertepatan dengan tanggal penerbangan yang tertera pada tiket mereka menuju Arab Saudi.
Saat ini, kesembilan PMI tersebut berada dalam perlindungan dan penanganan Polda Jateng, sementara penyidik tengah mendalami jaringan yang terlibat.
Analisa sementara, tindakan kejahatan ini dilakukan dengan modus operandi “transit” untuk Menghindari pengawasan aparat.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, sindikat ini menggunakan pola keberangkatan transit dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju Malaysia dengan menggunakan maskapai Air Asia.
Dari Kuala Lumpur, Malaysia selanjutnya akan diteruskan penerbangannya ke Arab Saudi.
Dari Kuala Lumpur, akan diterbangkan menuju Riyadh, Arab Saudi, dengan satu kali transit di Muscat (Oman) menggunakan maskapai Oman Air.
Modus transit ini diduga kuat bertujuan untuk menghindari pemeriksaan ketat di bandara-bandara utama di Indonesia dan memanfaatkan kelonggaran pemeriksaan dan pencegahan di jalur transit.
Polda Jateng kini tengah memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk calo berinisial DS dan SB, serta agen perjalanan fiktif yang menyediakan tiket dan dokumen ilegal.
Hal ini menjadi peringatan keras terkait pembukaan jalur penerbangan internasional di Indonesia pengawasannya harus super ketat. Fasilitas yang seharusnya menjadi daya dongkrak pariwisata malah disalahgunakan oleh penjahat perdagangan manusia ke luar negeri.
Penulis: Ramses
Editor: Samsu








