Banjir, Problem Kota Semarang yang Tidak Kunjung Selesai
Semarang, lingkarmedia.com – Hujan yang terus melanda kota Semarang sejak (22/10/25), menyebabkan banjir besar yang berdampak pada 63.000 warga di 23 kelurahan di lima kecamatan. Musibah banjir tahun ini menyebabkan Banjir melanda Kota Semarang Jawa Tengah di sejumlah titik. Bahkan tidak hanya menimbulkan genangan air dan kemacetan. Bencana itu juga menimbulkan dua korban jiwa dan dua anak hanyut yang masih dalam pencarian.
Selain dua korban meninggal, pada Selasa (28/10) petang terdapat informasi dua anak hanyut di dua lokasi berbeda. Korban pertama yaitu anak laki-laki berinisial ARA (7) yang disebut hanyut di depan sekolahnya daerah Tlogomulyo pukul 11.00 WIB dan hingga malam belum ditemukan. Lokasi kedua ada di daerah Gasem sekitar pukul 17.50 WIB dengan korban anak perempuan bernama RA (9).
Peristiwa yang menimpa RA itu sempat terekam CCTV, terlihat korban berjalan menuju saluran yang sedang dalam perbaikan dan di sekitarnya memang banjir. Korban langsung tercebur dan hanyut, kemudian ibunya terlihat berlari dan ikut masuk ke kubangan air. Warga berdatangan dan berusaha menolong ibu tersebut, namun sang anak sudah tidak terlihat lagi.
Dari data BPBD Kota Semarang, Selasa (28/10) pukul 16.30 WIB, banjir merendam sebagian wilayah Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Ketinggian air bervariasi antara 10-80 sentimeter, dengan titik terparah di kawasan Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar. Salah satu penyebab yaitu hujan lebat di pagi hari.
“Per 16.40 WIB, ada 24 kelurahan di 5 kecamatan terdampak banjir. Ada 21.125 KK atau 63.450 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi 15, korban meninggal 2,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto.
Manajer Humas KAI Daop IV Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan ada tiga kereta api yang dibatalkan sepenuhnya akibat banjir yang menggenangi jalur KA Semarang Tawang – Alastua.
“Adapun KA batal penuh pada hari ini per pukul 18.00 WIB akibat adanya gangguan tersebut yaitu KA 498 Kedungsepur batal sepanjang relasi Semarang Poncol-Ngrombo, KA 497 Kedungsepur batal sepanjang relasi Ngrombo-Semarang Poncol, dan KA 192 Joglosemarkerto batal sepanjang relasi Semarang Tawang – Solo Balapan,” kata Franoto dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Selain tiga KA yang dibatalkan penuh, Franoto juga mengungkapkan ada empat KA yang perjalanannya dibatalkan sebagian.
“KA batal sebagian yaitu KA 189 Joglosemarkerto batal sepanjang relasi Alastua – Semarang Tawang KA 262, Blora Jaya batal sepanjang relasi Semarang Poncol-Alastua, KA 265 Ambarawa Ekspres batal sepanjang relasi Alastua-Semarang Poncol KA 231/232 Banyubiru batal sepanjang relasi Solo-Semarang Tawang,” jelas Franoto.
Franoto menjelaskan pihaknya juga menggunakan pola operasi memutar bagi enam KA. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah keterlambatan yang lebih lama.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah berupaya memodifikasi cuaca untuk mengurangi hujan. Demikianpun, kritik terhadap langkah penanganan banjir dipertanyakan efektivitas penanganannya.
Pengelolaan pompa di sungai Sringin dan Tenggang yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dinilai tidak memadai menghadapi debit air yang besar. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kemudian menginstruksikan percepatan pengerukan Kolam Retensi Terboyo untuk mengatasi banjir.
Walau perlahan banjir surut pada 3 November 2025, jalur utama seperti Kaligawe kembali berfungsi normal tapi tetap menyisakan kubangan air yang mengganggu kelancaran lalu lintas apalagi hujan tetap turun.
BNPB mengingatkan potensi cuaca ekstrem hingga awal tahun depan, merekomendasikan upaya mitigasi jangka panjang.
Kerugian akibat banjir di Kota Semarang, yang berlangsung lebih dari 10 hari ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan kerugian timbul karena terganggunya distribusi barang, penutupan sekolah, serta kerusakan infrastruktur seperti jalan dan drainase akibat terendam air.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan usai terendamnya air, jalan raya Kali Gawe akan dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Tengah.
“Rencananya nanti ada peningkatan di sana,” kata Suwarto saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).
Redaksi








