Ribuan Buruh Demo di DPR Tuntut Sahkan UU Ketenagakerjaan
LINGKARMEDIA.COM – Ribuan buruh yang tergabung dalam menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung pada Kamis (16/4/2026). Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.
Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, , menyampaikan bahwa aksi tersebut diikuti oleh sekitar 1.500 hingga 2.000 buruh dari berbagai daerah di Indonesia. Selain di Jakarta, aksi serupa juga dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah lain sebagai bentuk solidaritas dan penyampaian aspirasi pekerja.
“Iya aksi pra-May Day di depan DPR RI dan aksi serempak di seluruh Indonesia,” ujar Said Iqbal.
Dalam aksi tersebut, para buruh membawa sejumlah tuntutan yang dinilai krusial bagi perlindungan hak-hak pekerja di Indonesia. Salah satu tuntutan utama adalah mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang dianggap lebih berpihak kepada buruh.
Selain itu, buruh juga menuntut penghapusan praktik upah murah dan sistem outsourcing yang selama ini dinilai merugikan pekerja. Isu ini dikenal dengan istilah HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Upah Murah), yang menjadi salah satu agenda utama gerakan buruh dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga : https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Tidak hanya itu, dalam momentum menjelang May Day, buruh juga mengangkat sejumlah isu lain yang dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan pekerja. Di antaranya adalah penolakan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi global, termasuk dampak perang dan meningkatnya impor kendaraan yang dinilai mengancam industri dalam negeri.
Selain isu ketenagakerjaan, buruh juga menyoroti perlunya reformasi sistem perpajakan yang lebih adil. Mereka menilai bahwa kebijakan pajak saat ini belum sepenuhnya berpihak kepada kelas pekerja dan masih memberikan beban yang cukup besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Lihat juga : https://www.facebook.com/share/1AsvdQn4uw/
Aksi demonstrasi ini dipusatkan di kawasan Gedung DPR/MPR RI yang merupakan simbol lembaga legislatif sebagai pembuat kebijakan. Para buruh berharap aspirasi mereka dapat didengar langsung oleh para wakil rakyat dan ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret.
Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan berbagai persiapan untuk mengamankan jalannya aksi. Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, , menyampaikan bahwa aksi ini melibatkan sekitar 2.000 massa dari Dewan Pimpinan Pusat .
Lihat juga : https://x.com/LingkarMed
Pihak kepolisian mengerahkan personel untuk memastikan aksi berjalan dengan tertib dan kondusif. Selain itu, aparat juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan akan terjadi akibat konsentrasi massa.
Imbauan juga disampaikan oleh kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk menghindari kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI selama berlangsungnya aksi. Hal ini dilakukan guna mengurangi potensi kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI pada hari Kamis, 16 April 2026 pukul 10.00 WIB, diperkirakan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan sekitar kawasan tersebut,” demikian imbauan dari TMC Polda Metro Jaya.
Aksi pra-May Day ini menjadi salah satu bentuk konsolidasi gerakan buruh menjelang peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei. Setiap tahunnya, momentum ini dimanfaatkan oleh buruh untuk menyuarakan berbagai isu ketenagakerjaan, baik di tingkat nasional maupun global.
Para buruh berharap bahwa aksi ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata dalam kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia. Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap pekerja di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Di sisi lain, pemerintah diharapkan dapat membuka ruang dialog yang konstruktif dengan perwakilan buruh untuk mencari solusi terbaik atas berbagai permasalahan yang ada. Pendekatan dialog dinilai lebih efektif dalam menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Situasi di sekitar lokasi terpantau ramai namun tetap kondusif.
Aksi ini diperkirakan akan berlangsung hingga siang hari, dengan berbagai orasi yang disampaikan oleh perwakilan serikat pekerja. Para buruh terus menyuarakan harapan mereka agar pemerintah dan DPR RI segera mengambil langkah konkret dalam menjawab tuntutan yang disampaikan.
Momentum pra-May Day ini sekali lagi menegaskan bahwa suara buruh tetap menjadi bagian penting dalam proses pembangunan nasional. Dengan jumlah yang besar dan solidaritas yang kuat, buruh memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan masyarakat luas.
Penulis: Ramses
Editor: Samsu








