Pesta Miras di Ternate Berujung Maut, Pria Tewas Diduga Dibunuh Rekannya Sendiri

IMG_20260528_075101

LINGKARMEDIA.COM – Pesta minuman keras (miras) di Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, berakhir tragis. Seorang pria berinisial SW ditemukan tewas bersimbah darah di teras rumahnya pada Selasa (26/5/2026) malam. Korban diduga dibunuh oleh rekannya sendiri berinisial DA setelah keduanya terlibat cekcok saat pesta miras berlangsung.

Peristiwa berdarah tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah korban, dan memburu pelaku yang sempat melarikan diri usai kejadian.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/pembangunan-tower-bts-di-halaman-sd-kota-lama-v-diduga-tak-berijin/

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban bersama pelaku dan dua orang rekannya menggelar pesta miras sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIT. Mereka diketahui berkumpul di salah satu rumah warga di Kelurahan Tafure sambil mengonsumsi minuman keras.

Seiring berjalannya waktu, suasana yang awalnya santai mulai berubah tegang. Pengaruh alkohol diduga membuat emosi para peserta pesta tidak terkendali hingga memicu percekcokan antara korban dan pelaku.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Salah seorang saksi berinisial IM mengaku sempat meninggalkan lokasi untuk mengantar seorang rekannya pulang. Saat itu, di teras rumah hanya tersisa korban SW dan pelaku DA.

Namun, ketika IM kembali beberapa saat kemudian, ia dikejutkan dengan kondisi mengenaskan yang terjadi di lokasi. Korban SW ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka serius di tubuhnya, sementara pelaku DA sudah tidak berada di tempat kejadian.

Panik melihat kondisi tersebut, saksi kemudian meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Petugas dari Polres Ternate yang tiba di lokasi langsung melakukan penyelidikan awal. Garis polisi dipasang di sekitar TKP untuk memudahkan proses identifikasi dan pengumpulan barang bukti.

Dalam olah TKP tersebut, polisi menemukan sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Senjata tajam itu kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit guna dilakukan pemeriksaan medis dan visum.

Kasus ini pun langsung mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Ternate. Tim gabungan segera dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui kabur usai kejadian.

Dari hasil penyelidikan cepat, polisi memperoleh informasi bahwa pelaku diduga hendak melarikan diri keluar wilayah Ternate menuju Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Petugas kemudian bergerak menuju pelabuhan dan melakukan pengejaran terhadap kapal yang diduga akan digunakan pelaku untuk kabur.

Upaya pelarian DA akhirnya berhasil digagalkan aparat pada Rabu (27/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT. Polisi menemukan pelaku berada di atas kapal yang bersiap berangkat menuju Bacan.

Saat ditemukan, pria asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara itu disebut sedang tertidur di salah satu ranjang penumpang kapal.

Namun, proses penangkapan tidak berjalan mulus. Mengetahui kedatangan aparat kepolisian, pelaku sempat berusaha melarikan diri hingga terjadi aksi kejar-kejaran di atas kapal.

Situasi sempat menegangkan karena pelaku disebut melakukan perlawanan yang dinilai membahayakan keselamatan petugas. Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan ke arah kaki pelaku.

Setelah berhasil dilumpuhkan, pelaku langsung diamankan dan dibawa turun dari kapal.

Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakri Syahruddin melalui Kasi Humas Ipda Sudirjo menjelaskan, tindakan tegas tersebut dilakukan karena pelaku berupaya kabur dan tidak mengindahkan peringatan petugas saat hendak ditangkap.

“Pelaku sempat mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur,” ujar Ipda Sudirjo.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan diduga dipicu persoalan dendam pribadi.

Menurut keterangan sementara yang diperoleh penyidik, pelaku mengaku emosi setelah mendapat informasi bahwa ayahnya diancam akan dibunuh oleh korban.

Diduga karena terbakar emosi dan dipengaruhi minuman keras, pelaku kemudian nekat menyerang korban menggunakan parang hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa penyidikan masih terus dilakukan guna mendalami kronologi lengkap serta memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut.

“Motif sementara karena pelaku emosi setelah mendengar ayahnya diancam oleh korban. Namun penyidik masih terus mendalami kasus ini,” kata Sudirjo.

Usai dilumpuhkan, DA sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka tembak di bagian kaki.

Setelah kondisinya dinyatakan stabil, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Ternate guna menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, warga Kelurahan Tafure mengaku shock atas kejadian berdarah tersebut. Mereka tidak menyangka pesta miras yang awalnya hanya menjadi ajang berkumpul bersama justru berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan mengenai bahaya konsumsi minuman keras yang kerap memicu tindak kriminal dan kekerasan.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari pesta miras dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Penulis: Heri

Editor: Panji