Warga Maliaro Ternate Digegerkan Penemuan Mayat Pengemudi Grab di Kamar Kost

IMG_20260602_192118

LINGKARMEDIA.COM – Warga Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki di dalam kamar kost pada Selasa (2/6/2026). Korban diketahui bernama Dwi Nandang S Putra (36), seorang pengemudi transportasi daring Grab yang tinggal di salah satu rumah kost di wilayah tersebut.

Penemuan jenazah korban mengundang perhatian warga sekitar karena kondisi yang tidak biasa. Darah terlihat mengalir dari bawah pintu kamar korban hingga menimbulkan kepanikan di lingkungan kost.

Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasi Humas Polres Ternate Ipda Sudirjo menjelaskan, tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa tersebut sebenarnya telah diketahui sejak malam sebelumnya.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/lumpur-lapindo-di-sidoarjo-dua-dekade-bencana-yang-belum-benar-benar-usai-1/

Menurut keterangan saksi bernama Maya Kardi (23), yang juga merupakan penghuni kost, ia mencium aroma tidak sedap pada Senin malam (1/6/2026) sekitar pukul 23.53 WIT. Selain itu, Maya juga melihat cairan berwarna merah keluar dari bawah pintu kamar korban.

Namun pada saat itu, saksi tidak menaruh curiga. Ia mengira cairan tersebut merupakan darah ikan atau limbah biasa sehingga tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada penghuni lain maupun pemilik kost.

Situasi berubah pada Selasa pagi sekitar pukul 10.20 WIT. Aroma menyengat yang semakin kuat dan kondisi cairan merah yang masih terlihat di bawah pintu kamar membuat penghuni kost lainnya mulai curiga. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, diketahui bahwa cairan tersebut diduga merupakan darah manusia.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Kejadian itu segera menyebar di lingkungan sekitar dan memicu kepanikan warga. Sejumlah penghuni kost kemudian berusaha menghubungi keluarga korban untuk memastikan kondisi Dwi Nandang.

Kabar duka tersebut akhirnya sampai kepada kakak kandung korban, Eka Dessy Mustikawati (40), sekitar pukul 11.00 WIT. Setibanya di lokasi, Eka mendapati kamar adiknya masih dalam keadaan terkunci dari dalam.

Ia juga melihat darah yang terus merembes keluar dari bawah pintu kamar. Menyadari situasi yang tidak normal, pihak keluarga langsung berkoordinasi dengan pemilik kost, H Abdulrahaman Ismail (74).

Pemilik kost kemudian meminta bantuan Ketua RT setempat untuk menghubungi pihak kepolisian guna melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Mendapatkan laporan dari warga, personel Polres Ternate segera bergerak menuju lokasi kejadian. Sejumlah anggota dari Satintelkam, Satreskrim, dan Unit Inafis diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas langsung mengamankan area sekitar guna mencegah kerumunan warga serta memastikan proses identifikasi dapat berjalan dengan baik. Pemeriksaan awal juga melibatkan Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku Utara.

Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate pada pukul 12.44 WIT untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan kolesterol. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan yang sedang didalami oleh penyidik untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian Dwi Nandang. Aparat masih mengumpulkan berbagai informasi dan fakta yang ditemukan di lokasi kejadian.

Ipda Sudirjo mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban memutuskan untuk tidak memberikan izin autopsi terhadap jenazah. Keputusan tersebut dihormati oleh kepolisian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Meski demikian, kami tetap melakukan pendalaman guna memastikan seluruh fakta di lapangan,” ujar Ipda Sudirjo.

Menurutnya, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur lain yang berkaitan dengan kematian korban. Polisi juga berupaya mengumpulkan keterangan dari para saksi, keluarga, serta penghuni kost yang mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Polres Ternate mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta untuk tidak menyebarkan spekulasi maupun kabar bohong yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Polres Ternate berkomitmen menangani perkara ini secara transparan dan akan menyampaikan setiap perkembangan sesuai hasil penyelidikan yang dilakukan,” kata Sudirjo.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Kota Ternate karena terjadi di kawasan permukiman yang cukup padat penduduk. Banyak warga berharap hasil penyelidikan dapat segera memberikan kejelasan terkait penyebab meninggalnya korban.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pendalaman dan pengumpulan informasi terkait kematian Dwi Nandang S Putra. Sementara itu, pihak keluarga telah menerima kepergian korban dan menunggu proses penanganan lebih lanjut dari aparat kepolisian.

 

Penulis: Heri

Editor: Panji