Bersih Dusun Caru Jadi Momentum Lestarikan Budaya, Pemdes Pendem Telusuri Sejarah Mbah Delar
LINGKARMEDIA.COM – Pemerintah Desa Pendem bersama warga Dusun Caru sukses menggelar rangkaian tradisi Bersih Dusun yang diisi dengan tasyakuran dan doa bersama pada Sabtu (18/7/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat di wilayah RW 05 Dusun Caru ini menjadi puncak rangkaian Bersih Dusun sekaligus momentum mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat komitmen dalam melestarikan budaya dan sejarah lokal.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi, Kepala Dusun Caru Sukamto Catur Setiawan, tokoh agama K.H. Muhammad Arifin, S.Pd., tokoh masyarakat, perangkat desa, serta ratusan warga yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Ketua Pelaksana Bersih Dusun, Ahmad Budi Santoso, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang menurutnya tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat dan dukungan para donatur.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun materi sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan seluruh panitia yang telah bekerja luar biasa. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan atas segala amal kebaikan yang telah diberikan,” ujar Ahmad Budi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, seluruh panitia telah berusaha memberikan yang terbaik demi terselenggaranya tradisi Bersih Dusun yang menjadi kebanggaan masyarakat Dusun Caru.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi memberikan apresiasi kepada Ketua RW 05 Antok beserta seluruh warga yang mampu mempersiapkan seluruh rangkaian acara hanya dalam waktu enam hari.
Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat Desa Pendem.

“Saya mengapresiasi seluruh warga, khususnya Ketua RW 05 dan panitia, yang mampu bekerja cepat sehingga acara ini dapat berlangsung dengan baik. Ini menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan masyarakat desa,” katanya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggali kembali sejarah berdirinya Dusun Caru. Kepala Dusun Caru Sukamto Catur Setiawan menjelaskan bahwa pemerintah dusun saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap sosok Mbah Delar yang diyakini sebagai tokoh pembuka lahan atau bedah kerawang Dusun Caru.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Berdasarkan hasil penelusuran awal, Mbah Delar disebut merupakan prajurit dari Kerajaan Pajang yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Kerajaan Demak dan Mataram Islam. Selain dikenal sebagai penyebar agama, Mbah Delar juga digambarkan sebagai sosok yang sederhana, bersih, berwajah tampan, serta dekat dengan masyarakat.
“Selama ini masyarakat hanya mengenal nama Mbah Delar, tetapi sejarahnya belum pernah didokumentasikan secara lengkap. Karena itu kami ingin menggali fakta sejarah agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelas Sukamto.
Ia juga mengungkapkan filosofi nama Dusun Caru yang berasal dari kata Caharu. Menurutnya, istilah tersebut memiliki makna sesajen bunga atau keindahan.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Filosofi itu, kata Sukamto, diyakini mencerminkan karakter masyarakat asli Dusun Caru yang dikenal ramah, santun, dan memiliki paras yang elok. Bahkan berkembang kepercayaan di tengah masyarakat bahwa siapa pun yang menetap di Dusun Caru akan memperoleh aura positif serta kehidupan yang lebih baik.
Meski demikian, Sukamto menegaskan bahwa nilai utama yang ingin diwariskan bukanlah mitos tersebut, melainkan semangat menjaga budaya, kebersamaan, serta penghormatan terhadap para leluhur yang telah membangun wilayah Dusun Caru.
Sementara itu, Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi menilai penelusuran sejarah dusun perlu dibarengi dengan pembukuan agar seluruh informasi yang diperoleh tidak hilang ditelan waktu.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Menurutnya, dokumentasi sejarah menjadi langkah penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda.
“Kita harus menjaga budaya dan tradisi ini agar tidak lenyap. Tanpa petunjuk dari para tokoh kita, lambat laun masyarakat akan kehilangan arah mengenai budaya kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Pendem berencana menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memiliki latar belakang ilmu sejarah maupun arkeologi untuk melakukan penelitian terhadap petilasan di Dusun Caru.
Rencana tersebut juga didukung keberadaan sejumlah situs bersejarah di wilayah Desa Pendem, salah satunya Candi Manunjung yang diperkirakan telah berusia sekitar 1.000 tahun. Kehadiran situs tersebut dinilai memperkuat dugaan bahwa kawasan Pendem memiliki jejak sejarah panjang yang masih perlu diteliti lebih mendalam.
Selain melibatkan kalangan akademisi, Pemerintah Dusun Caru juga telah membentuk tim khusus yang bertugas mengumpulkan berbagai informasi mengenai sejarah dusun. Tim tersebut akan mengombinasikan pendekatan ilmiah, penelusuran dokumen, wawancara dengan sesepuh, hingga pemanfaatan teknologi informasi guna memperoleh data yang lebih komprehensif.
Seluruh hasil penelitian nantinya direncanakan akan dibukukan sebagai dokumen resmi sejarah Desa Pendem sehingga dapat menjadi referensi bagi masyarakat maupun generasi mendatang.
Rangkaian Bersih Dusun Caru ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Melalui doa tersebut, masyarakat memohon keselamatan, keberkahan, serta kerukunan bagi seluruh warga Desa Pendem.
Pemerintah Desa Pendem berharap tradisi Bersih Dusun dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, tepatnya setiap 17 Suro, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga warisan budaya, mempererat persaudaraan, dan memperkokoh identitas masyarakat Dusun Caru di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Shereen
Editor: Samsu








