Kirab Tumpeng Meriahkan Bersih Dusun Caru, Warga Pendem Uri-uri Budaya Leluhur dan Doakan Keselamatan Desa

IMG_20260719_113344

LINGKARMEDIA.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Pendem bersama masyarakat Dusun Caru menggelar tradisi Bersih Dusun Caru dengan menghadirkan Kirab Tumpeng yang berlangsung meriah pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian bersih dusun sekaligus menjadi upaya masyarakat untuk melestarikan budaya leluhur atau uri-uri budaya Jawa.

Kirab Tumpeng yang untuk pertama kalinya digelar di Dusun Caru ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Ratusan masyarakat dari berbagai lingkungan di dusun tersebut ikut ambil bagian dengan membawa tumpeng serta menampilkan berbagai kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya lokal.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/bersih-dusun-caru-jadi-momentum-lestarikan-budaya-pemdes-pendem-telusuri-sejarah-mbah-delar/

Kepala Dusun Caru, Sukamto Catur Prasetiawan, mengatakan pelaksanaan kirab tumpeng merupakan sejarah baru bagi Dusun Caru. Selama ini, rangkaian Bersih Dusun belum pernah ditutup dengan kirab budaya seperti yang dilaksanakan tahun ini.

“Selama ini di Dusun Caru belum ada. Saat ini kami mengawali karena selama ini tidak ada rangkaian selamatan dusun. Ini saya awali, yang pertama untuk uri-uri budaya Jawa. Yang kedua untuk menghormati nenek moyang, termasuk para pendahulu yang membuka atau membabat wilayah Dusun Caru,” ujar Sukamto saat ditemui awak media di kediamannya.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah membangun dan merintis kehidupan masyarakat di Dusun Caru. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Kirab Tumpeng diikuti sekitar 170 peserta yang berasal dari 13 RT dan 8 RW di Dusun Caru. Masing-masing kelompok membawa tumpeng dengan berbagai hiasan khas serta mengenakan busana tradisional. Sepanjang rute kirab, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang berjalan sambil diiringi kesenian tradisional.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Awalnya, panitia berencana menggelar kegiatan secara sederhana dengan hanya menghadirkan tumpengan biasa. Namun, antusiasme masyarakat membuat konsep acara berkembang menjadi kirab budaya yang lebih meriah.

“Sebenarnya kami ingin sederhana dengan tumpengan biasa. Tetapi setelah mendapat masukan dari tokoh masyarakat, warga meminta agar sekalian dibuat lebih meriah. Akhirnya kita sepakat mengadakan kirab tumpeng seperti sekarang,” jelas Sukamto.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga seluruh warga.

Antusiasme masyarakat juga disampaikan salah seorang warga Dusun Caru, Irma, yang mengaku senang dengan adanya inovasi dalam pelaksanaan Bersih Dusun tahun ini.

Menurut Irma, kehadiran Kirab Tumpeng memberikan suasana berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya diisi pawai atau karnaval.

“Saya senang kalau bisa diadakan setiap tahun. Biasanya ada karnaval, tapi sekarang diganti arak tumpeng dan menurut saya lebih menarik karena membawa nuansa budaya,” ujarnya.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Irma berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Dusun Caru. Ia juga berharap melalui Bersih Dusun, Desa Pendem semakin maju, masyarakat hidup rukun, serta diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan.

“Semoga Desa Pendem semakin baik, masyarakatnya kompak, aman, dan semakin maju,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Caru, Heru Joko Purwanto, menegaskan bahwa tradisi Bersih Dusun merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial bagi masyarakat.

“Ini adalah warisan leluhur yang perlu kita lestarikan. Tujuannya agar masyarakat menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan memohon keselamatan untuk tahun-tahun yang akan datang,” kata Heru.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Ia menjelaskan, masyarakat percaya tradisi Bersih Dusun menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diterima sekaligus doa bersama agar desa senantiasa dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.

“Kita berharap seluruh warga terhindar dari bala bencana, bala apa pun yang mungkin terjadi di desa ini. Semoga masyarakat selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan,” lanjutnya.

Selain membawa tumpeng, peserta kirab juga menampilkan berbagai seni budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang memadati sepanjang jalur kirab. Berbagai atraksi budaya mendapat sambutan meriah dan menjadi simbol kuat bahwa tradisi lokal masih tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Pelaksanaan Bersih Dusun Caru tahun ini juga memperlihatkan tingginya semangat gotong royong masyarakat. Mulai dari persiapan tumpeng, dekorasi, hingga pelaksanaan kirab dilakukan secara swadaya oleh warga dari berbagai RT dan RW. Kebersamaan tersebut menjadi cerminan kuatnya solidaritas sosial yang masih terpelihara di lingkungan Dusun Caru.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Kirab Tumpeng perdana ini, masyarakat berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya mempererat persaudaraan antarwarga, tetapi juga menjadi daya tarik budaya Desa Pendem. Tradisi ini diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan kecintaan terhadap budaya lokal tetap lestari di masa mendatang.

 

Penulis : Shereen

Editor: Samsu