Bersih Desa Mojorejo 2026 Ditutup Meriah, Tradisi Leluhur dan Semangat Kebersamaan Terus Dijaga

IMG_20260715_212052

LINGKARMEDIA.COM – Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, resmi menutup rangkaian perayaan Bersih Desa 2026 melalui malam resepsi yang berlangsung meriah di halaman Balai Desa Mojorejo, Selasa (14/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi puncak dari serangkaian tradisi adat yang telah dilaksanakan selama lebih dari satu bulan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan berkah sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur.

Ratusan warga memadati halaman balai desa untuk mengikuti malam penutupan yang berlangsung penuh keakraban. Acara turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu H. Heli Suyanto, S.H., M.H., jajaran Muspika Kecamatan Junrejo, anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Junrejo, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen masyarakat yang selama ini terlibat aktif dalam seluruh rangkaian Bersih Desa.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/saifudin-zuhri-dorong-perda-pariwisata-untuk-integrasikan-umkm-dengan-destinasi-wisata-di-kota-batu/

Malam resepsi menjadi simbol berakhirnya seluruh agenda yang telah dimulai sejak awal Juni 2026. Beragam kegiatan telah digelar, mulai dari pemasangan janur kuning sebagai simbol dimulainya tradisi, kerja bakti membersihkan lingkungan, doa bersama, selamatan, hingga pawai budaya yang menampilkan kekayaan seni dan budaya masyarakat Mojorejo.

Kepala Desa Mojorejo, Rujito, S.Pd, mengatakan bahwa Bersih Desa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi merupakan tradisi yang memiliki makna spiritual, sosial, dan budaya yang sangat kuat bagi masyarakat.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, kesehatan, keamanan, dan berbagai nikmat yang telah diterima warga selama setahun terakhir.

“Bersih Desa bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Rujito dalam sambutannya.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Ia menjelaskan bahwa inti ritual Bersih Desa dilaksanakan pada 1–2 Juli 2026, yang diawali dengan selamatan di lingkungan masing-masing dusun sebagai bentuk doa bersama agar masyarakat senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan.

“Kami berharap setiap kegiatan ini meninggalkan makna yang mendalam di hati masyarakat. Di sana ada nilai kebersamaan, pengorbanan, dan misi kolektif untuk memajukan desa,” tambahnya.

Salah satu rangkaian yang paling menarik perhatian masyarakat adalah tradisi kenduri sepanjang 200 meter di Dusun Ngandat. Dalam tradisi tersebut, warga menggelar berbagai hidangan di sepanjang jalan desa hingga melintasi jembatan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Pemandangan ratusan warga yang duduk bersama menikmati hidangan tanpa memandang latar belakang menjadi gambaran nyata kuatnya semangat gotong royong yang masih terpelihara di Desa Mojorejo.p

Selain mempertahankan tradisi Jawa, masyarakat Mojorejo juga menunjukkan tingginya nilai toleransi antarumat beragama. Hal tersebut diwujudkan melalui doa lintas agama yang digelar di Kantor Desa Mojorejo dengan melibatkan tokoh agama Islam, Kristen, dan Buddha.

Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa keberagaman merupakan kekuatan masyarakat Mojorejo dalam menjaga persatuan dan kerukunan.

Puncak ritual adat kemudian dilaksanakan di Bunden Ngandat pada Kamis pagi (2/7/2026), mengikuti penanggalan Jawa yang selama ini menjadi pedoman pelaksanaan tradisi Bersih Desa.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu H. Heli Suyanto, S.H., M.H. memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Mojorejo yang dinilai berhasil menjaga tradisi leluhur sekaligus mempertahankan semangat kebersamaan di tengah perkembangan zaman.

Menurut Heli, kekompakan masyarakat merupakan modal utama dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Meski malam resepsi berlangsung di tengah udara dingin khas Kota Batu, antusiasme warga tetap tinggi hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Dalam sambutannya, Heli mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan filosofi Jawa “Mulat Sarira Mangun Praja”, yakni mengedepankan introspeksi diri sebagai landasan dalam membangun pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga memperkenalkan filosofi “Cakra Manggala Desa”, yang bermakna harapan agar roda pembangunan, perekonomian, dan kehidupan sosial masyarakat terus bergerak menuju arah yang lebih baik.

“Mudah-mudahan Allah memberikan berkah manfaat dan masyarakatnya senantiasa guyub rukun, gemah ripah loh jinawi, toto titi tentrem,” ujar Heli yang disambut tepuk tangan warga.

Selain berbicara mengenai pelestarian budaya, Heli juga menyoroti peluang penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Batu.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas Koperasi KDMP di Desa Mojorejo telah selesai dan diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Ke depan, koperasi tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai program pemerintah pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga mampu membuka peluang usaha baru bagi warga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Bersih Desa Mojorejo, Kusnin, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan tahun ini.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Bersih Desa tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari panitia, Pemerintah Desa Mojorejo, perangkat desa, kepolisian, relawan, hingga masyarakat yang bergotong royong sejak tahap persiapan.

Ia mengakui masih terdapat beberapa catatan evaluasi, khususnya mengenai durasi penampilan peserta karnaval budaya agar pelaksanaan pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih efektif.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang sarat akan nilai budaya dan kebersamaan.

Sebagai penutup, malam resepsi dimeriahkan dengan pertunjukan musik campursari dari Anjar Wening Music yang menghibur masyarakat hingga larut malam. Warga dari berbagai kalangan tampak menikmati hiburan sambil mempererat tali silaturahmi.

Melalui penyelenggaraan Bersih Desa 2026, Desa Mojorejo kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Tradisi ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, gotong royong, dan toleransi antarwarga.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, Bersih Desa Mojorejo diharapkan tetap menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas lokal sekaligus mendukung pembangunan Desa Mojorejo menuju masyarakat yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses