Warga Dusun Brau Minta Dishub Kota Batu Pasang Rambu dan Cermin Cembung di Titik Rawan Kecelakaan
LINGKARMEDIA.COM – Banyaknya jalan pertigaan, tikungan tajam, serta ruas jalan yang sempit di wilayah Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi perhatian serius warga. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama karena jarak pandang pengendara yang terbatas saat melintasi tikungan maupun persimpangan.
Warga berharap Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan pemasangan Alat Perlengkapan Jalan (APJ), seperti rambu lalu lintas, Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ), hingga cermin cembung pada sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di simpang tiga tepat di depan kawasan wisata Goa Pinus. Persimpangan tersebut merupakan jalur penghubung menuju wisata Paralayang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, serta menuju Desa Gunungsari, Kota Batu.
Menurut Kholik, warga Dusun Brau yang juga bertugas sebagai penjaga Pos Wisata Goa Pinus, aktivitas kendaraan di kawasan tersebut cukup padat, terutama pada sore hari. Banyak petani yang pulang dari kebun menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, sementara kendaraan dari arah Pujon kerap melintas dengan kecepatan tinggi.

“Kalau sore hari jalur ini ramai. Banyak petani dari arah Brau yang pulang, kemudian kendaraan dari arah Pujon juga sering melaju cukup kencang. Belum lagi wisatawan yang hendak menuju Paralayang,” ujar Kholik kepada LingkarMedia.com, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin berisiko karena tidak adanya rambu peringatan maupun petunjuk arah yang memadai. Akibatnya, pengendara yang baru pertama kali melintas di kawasan tersebut sering kali kebingungan menentukan arah perjalanan.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Kholik mengatakan, pada musim liburan volume kendaraan meningkat cukup signifikan. Tidak hanya sepeda motor, jalur tersebut juga dipadati mobil pribadi hingga kendaraan jenis minibus yang membawa wisatawan menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Gunungsari dan sekitarnya.

“Jalan ini sangat rawan. Kami berharap dinas terkait bisa memasang rambu-rambu dan penunjuk arah karena banyak pengendara yang hendak menuju Paralayang masih bingung, bahkan sering kelewatan karena tidak ada petunjuk yang jelas,” katanya.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Berdasarkan pantauan LingkarMedia.com di lapangan, simpang tiga tersebut memang belum dilengkapi Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) yang berfungsi memberikan informasi arah kepada pengguna jalan sebelum memasuki persimpangan. Keberadaan rambu tersebut dinilai penting untuk membantu pengendara, terutama wisatawan dari luar daerah yang belum mengenal kondisi jalan di kawasan Brau.

Selain minimnya rambu penunjuk arah, sejumlah tikungan tajam di wilayah Brau Bawah juga menjadi perhatian warga. Medan jalan yang berkelok dengan kondisi menurun membuat jarak pandang pengendara sangat terbatas, sehingga berpotensi menyebabkan tabrakan dari arah berlawanan.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Kondisi tersebut semakin berbahaya ketika memasuki musim hujan. Permukaan jalan yang licin membuat kendaraan membutuhkan jarak pengereman lebih panjang, sementara pengendara baru dapat melihat kendaraan dari arah depan ketika sudah berada di dekat tikungan.
Warga Brau Bawah, Mulyoto, mengungkapkan setidaknya terdapat empat titik tikungan yang layak dipasang cermin cembung. Menurutnya, alat tersebut sangat membantu pengendara untuk mengetahui kondisi lalu lintas dari arah berlawanan sebelum memasuki tikungan.

“Titik-titik itu memang perlu dipasang cermin cembung. Soalnya ketika mau lewat kita tidak tahu ada kendaraan dari arah depan atau tidak, apalagi jalannya menurun. Saat musim hujan lebih ngeri lagi karena jalannya licin,” ujar Mulyoto sambil menunjukkan beberapa lokasi yang dimaksud.
Ia menilai pemasangan cermin cembung merupakan langkah sederhana, namun memiliki manfaat besar dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Dengan adanya cermin tersebut, pengendara dapat melihat kendaraan dari arah berlawanan lebih awal sehingga memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan atau berhenti apabila diperlukan.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Menurut warga, kondisi jalan di Dusun Brau memiliki karakteristik yang berbeda dibanding kawasan perkotaan. Jalan yang relatif sempit dipadukan dengan banyaknya tikungan tajam serta kontur wilayah pegunungan menjadikan tingkat kewaspadaan pengendara harus lebih tinggi.
Di sisi lain, kawasan tersebut kini juga menjadi jalur favorit wisatawan karena menghubungkan beberapa destinasi unggulan di Kota Batu, seperti Goa Pinus, Paralayang, hingga akses menuju Kecamatan Pujon. Meningkatnya aktivitas wisata membuat arus lalu lintas semakin padat, terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang.
Di lokasi terpisah, masih di wilayah Desa Gunungsari nampak APJ yang sudah lama rusak belum mendapatkan perbaikan.

Warga berharap Dishub Kota Batu dapat segera melakukan survei lapangan untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan penambahan fasilitas keselamatan jalan. Selain pemasangan RPPJ dan cermin cembung, mereka juga mengusulkan penambahan rambu peringatan tikungan tajam, marka jalan, serta papan pembatas kecepatan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas.
Sebelumnya, Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Kota Batu, Tony Hermansyah kepada lingkarmedia.com lewat pesan WhatsApp, Kamis (9/7/2026) berjanji akan segera melakukan survey ke Dusun Brau guna memastikan jenis APJ yang akan dipasang di lokasi.
“Insya Allah Minggu depan kami survey”, ujar Tony lewat pesan WhatsApp.
Dengan adanya penambahan Alat Perlengkapan Jalan (APJ), masyarakat berharap risiko kecelakaan dapat diminimalkan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga maupun wisatawan yang melintasi jalur wisata Dusun Brau. Mereka berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas, seiring meningkatnya aktivitas lalu lintas di kawasan wisata Kota Batu.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








