Libur Sekolah Dongkrak Wisata Kota Batu, Pengunjung Selecta Naik 28 Persen dalam 12 Hari

IMG_20260713_212048

LINGKARMEDIA.COM – Meningkatnya okupansi perhotelan di Kota Batu selama masa libur sekolah turut berdampak positif terhadap sektor pariwisata. Salah satu destinasi yang merasakan lonjakan pengunjung adalah Taman Rekreasi Selecta di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Selama periode 1 hingga 12 Juli 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Selecta mengalami kenaikan sebesar 28 persen dibandingkan periode libur sekolah pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didominasi oleh rombongan sekolah, keluarga, serta wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/okupansi-hotel-kota-batu-tembus-90-persen-jack-imam-pariwisata-butuh-pemimpin-yang-mampu-mengorkestrasi-potensi/

Direktur PT Selecta, Drs. H. Pramono, mengatakan tingginya jumlah pengunjung terlihat dari meningkatnya kendaraan yang memasuki area wisata, baik bus pariwisata maupun mobil pribadi.

“Dilihat dari jumlah kendaraan yang masuk, rombongan bus cukup mendominasi. Berarti ini di samping rombongan sekolah juga rombongan keluarga, dan mobil pribadi juga cukup meningkat. Itu menjadi indikasi bahwa Selecta masih menjadi pilihan wisata keluarga, mulai anak-anak hingga orang tua,” ujar Pramono saat ditemui di kantornya, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, tren positif tersebut menunjukkan bahwa Selecta tetap memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata keluarga di Kota Batu. Selain menawarkan udara sejuk pegunungan, Selecta juga terus mempertahankan konsep wisata alam terbuka yang menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Pramono menjelaskan, selama masa liburan sekolah jumlah pengunjung harian di Selecta berkisar antara 1.500 hingga 2.000 orang. Bahkan pada puncak liburan, tepatnya 5 Juli 2026, jumlah pengunjung mencapai 7.926 orang dalam satu hari.

“Jumlah kenaikan pengunjung di Taman Rekreasi Selecta mengalami puncaknya pada 5 Juli dengan angka mencapai 7.926 pengunjung. Secara keseluruhan kenaikan sebesar 28 persen terjadi selama periode 1 sampai 12 Juli,” katanya.

Capaian tersebut bahkan dinilai lebih stabil dibandingkan tingkat okupansi hotel di Kota Batu yang sempat mencapai sekitar 90 persen, namun hanya berlangsung selama dua hari pada puncak liburan sekolah.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Selain meningkatnya jumlah wisatawan, Selecta juga sempat menjalankan program tiket bundling bersama destinasi wisata Mikotopia selama musim liburan. Meski demikian, Pramono menilai kontribusi program tersebut terhadap total kunjungan masih relatif kecil.

“Dibandingkan jumlah pengunjung yang masuk ke Selecta, tiket bundling dengan Mikotopia tidak sampai 10 persen. Tetapi program itu tetap memberikan tambahan jumlah pengunjung ke Selecta,” jelasnya.

Ia menegaskan, kenaikan jumlah wisatawan bukan semata-mata dipengaruhi program bundling tersebut. Berdasarkan data internal perusahaan, tren peningkatan kunjungan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal tahun 2026.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

“Indikasi kenaikan pengunjung di Taman Rekreasi Selecta memasuki tahun 2026 ini sebenarnya sudah terlihat sejak Januari. Hanya saat bulan Ramadan memang mengalami penurunan atau low season,” ungkap Pramono.

Setelah melewati Ramadan, jumlah kunjungan kembali meningkat secara konsisten. Bahkan tren pertumbuhan mulai terlihat signifikan sejak April hingga Juni 2026.

“Yang terlihat cukup tinggi mulai April, kemudian Mei naik, dan terakhir Juni juga meningkat,” imbuhnya.

Menurut Pramono, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata di Kota Batu yang perlahan menunjukkan pemulihan. Masyarakat dinilai mulai kembali menjadikan wisata sebagai kebutuhan rekreasi bersama keluarga meskipun kondisi ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih.

Ia juga menyoroti bahwa isu-isu nasional, termasuk kabar mengenai rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang sempat ramai diperbincangkan, ternyata tidak memberikan dampak signifikan terhadap jumlah wisatawan yang datang ke Selecta.

“Ini menjadi indikasi bahwa meskipun daya beli masyarakat belum sepenuhnya membaik karena kondisi perekonomian belum stabil, masyarakat tetap memilih tempat wisata dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Pramono menilai faktor harga tiket yang relatif terjangkau, ditambah suasana alam yang sejuk dan fasilitas yang lengkap, masih menjadi alasan utama masyarakat memilih Selecta sebagai tujuan wisata saat musim liburan.

Ke depan, manajemen Selecta juga terus melakukan pengembangan fasilitas untuk memperluas segmen pasar, khususnya wisata edukasi bagi anak-anak. Selama ini Selecta telah memiliki berbagai program edukasi mengenai tanaman hias serta pengelolaan sampah melalui konsep zero waste.

Saat ini pihak pengelola sedang membangun area edukasi semi indoor yang lebih nyaman sehingga kegiatan belajar di luar kelas tetap dapat berlangsung meski cuaca kurang mendukung.

“Dulu kami memiliki area edukasi terbuka. Sekarang kami sedang menambah fasilitas yang lebih teduh berupa area semi indoor dengan kapasitas sekitar 200 hingga 300 anak,” terang Pramono.

Menurutnya, konsep tersebut akan dimanfaatkan oleh berbagai sekolah maupun biro perjalanan yang ingin mengadakan kegiatan edukatif di kawasan wisata Selecta.

“Edukasi yang sudah ada meliputi zero waste atau pengelolaan sampah serta edukasi tanaman hias yang menjadi ciri khas Selecta. Untuk konsep edukasi yang baru, kami menyediakan areanya agar dapat dimanfaatkan oleh travel agent maupun sekolah yang memiliki program kegiatan di Selecta,” pungkasnya.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat sejak awal tahun, manajemen berharap Selecta dapat mempertahankan pertumbuhan wisatawan hingga memasuki musim liburan berikutnya sekaligus terus mendukung geliat sektor pariwisata dan perekonomian di Kota Batu.

 

Penulis: Shereen

Editor: Samsu