Wakil Wali Kota Batu Buka Specta Flora Festival 2026, Perkuat Ekosistem Florikultura dan Ekonomi Kreatif
LINGKARMEDIA.COM – Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, didampingi Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Batu, Ridha Agusta Heli Suyanto, secara resmi membuka Specta Flora Festival (SFF) 2026 yang digelar di Batu Love Garden (Baloga), Kamis (2/7/2026).
Festival yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ekosistem florikultura Kota Batu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi hasil karya para pelaku florikultura, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan insan kreatif.
Sejak pembukaan, Specta Flora Festival 2026 menghadirkan beragam rangkaian acara yang menampilkan kreativitas serta inovasi di sektor tanaman hias, bunga potong, dekorasi floral, hingga pengembangan produk turunan berbasis florikultura.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa Kota Batu memiliki potensi besar di sektor florikultura yang harus terus didorong agar mampu berkembang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Menurutnya, sektor florikultura selama ini telah menjadi salah satu identitas kuat Kota Batu, selain sektor pertanian hortikultura dan pariwisata. Keunggulan iklim, kondisi geografis, serta kreativitas masyarakat menjadi faktor utama yang mendukung berkembangnya sektor tersebut.
“Kota Batu memiliki potensi florikultura yang luar biasa. Saya berharap karya-karya putra-putri asli Kota Batu tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Heli.

Ia menambahkan, Specta Flora Festival menjadi ruang yang sangat penting bagi para pelaku florikultura untuk menunjukkan kualitas produk, membangun jejaring bisnis, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Menurut Heli, perkembangan industri florikultura saat ini tidak hanya berkaitan dengan produksi tanaman hias, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi kreatif seperti desain dekorasi, event organizer, souvenir, hingga wisata berbasis taman dan bunga.
Karena itu, ia menilai penguatan ekosistem florikultura harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari petani, pelaku usaha, florist, komunitas kreatif, hingga dukungan pemerintah dalam hal regulasi dan pemasaran.
Pemerintah Kota Batu, lanjut Heli, bersama Wali Kota Batu Nurochman terus berkomitmen mendorong tata kelola sektor florikultura yang lebih baik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat sinergi antarpelaku usaha agar tercipta ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami ingin petani, florist, dan pelaku usaha dapat semakin mudah berkolaborasi. Dengan begitu, pertumbuhan sektor florikultura bisa semakin kuat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Heli juga menekankan bahwa sektor florikultura memiliki potensi besar dalam membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi generasi muda yang tertarik di bidang kreatif dan agribisnis.
Ia berharap anak-anak muda Kota Batu dapat melihat peluang besar di sektor ini, tidak hanya sebagai petani, tetapi juga sebagai entrepreneur yang mampu mengembangkan produk-produk inovatif berbasis tanaman hias dan bunga.
Specta Flora Festival 2026 juga menjadi bagian dari strategi branding Kota Batu sebagai Kota Florikultura, sebuah identitas yang selama ini terus dibangun melalui berbagai program pengembangan sektor pertanian dan pariwisata berbasis alam.
Dengan adanya festival ini, masyarakat luas diharapkan semakin mengenal potensi florikultura Kota Batu yang selama ini telah menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal.
Selain pameran tanaman hias dan produk kreatif, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti workshop, diskusi bisnis, pelatihan florist, hingga kompetisi kreatif yang melibatkan komunitas dan pelajar.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor florikultura sekaligus mendorong inovasi yang lebih kompetitif.
Pembukaan Specta Flora Festival 2026 turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Wakil Menteri UMKM RI, Noval Abudzar, para pelaku florikultura, akademisi, komunitas tanaman hias, serta pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pengembangan florikultura bukan hanya menjadi isu lokal, tetapi juga memiliki relevansi nasional dalam penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
Melalui Specta Flora Festival 2026, Pemerintah Kota Batu berharap sektor florikultura tidak hanya semakin memperkuat identitas daerah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Festival ini menjadi bukti bahwa sektor tanaman hias dan bunga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi industri unggulan yang mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kota Batu optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat florikultura terbaik di Indonesia.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








