Geliat Maju Sektor Properti di 2025

IMG-20251104-WA0047

Jakarta, lingkarmedia.com – Tahun 2025, sektor properti di Indonesia diprediksi masih akan terus menggeliat maju meski tantangan baru mencuat. Beberapa faktor pemicunya adalah sektor hunian dan bangunan ramah lingkungan atau green property.

Knight Frank Indonesia melakukan survei kepada para pelaku properti untuk melihat bagaimana refleksi dan prediksi terhadap sektor properti di tengah berbagai tantangan yang masih berlanjut. Survei tersebut tertuang dalam Property Outlook 2025.

Berdasarkan hasil survei tersebut ada beberapa temuan yang diprediksi akan mendorong pertumbuhan properti tahun ini.

Sektor Hunian

Sektor hunian atau living sector masih menjadi sektor utama yang mendorong pertumbuhan properti nasional saat ini.

Ragam kebutuhan hunian menjadi penggerak transaksi, mulai dari hunian untuk kelompok menengah, asrama atau hunian di sekitar perguruan tinggi, tumbuhnya co-living diarea perkotaan menjadikan investasi disektor hunian tetap menarik dan diperkirakan akan terus tumbuh positif di tahun ini meski di tengah pelemahan daya beli masyarakat.

Green Property

Sektor ini akan mempengaruhi pengembangan properti di masa depan. Menurut Director ESG Knight Frank Asia-Pacific dan Singapore Jackie Cheung, green property atau bangunan ramah lingkungan akan menjadi pusat perhatian dalam pengembangan real estat di Asia.

Green Property akan menjadi pusat perhatian dalam pengembangan real estat masa depan di kawasan Asia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip ESG,” katanya dalam keterangan tertulis.

Sektor Pariwisata, Hiburan, dan Properti

Ketiga sektor itu akan terus tumbuh saling melengkapi. Misalnya seperti vila di dekat tempat wisata. Fasilitas tersebut menawarkan hunian yang dekat dengan tempat wisata, apalagi jika di sekitarnya juga ada tempat hiburan sehingga para pengunjung bisa berinteraksi dengan mudah nyaman.

Kota Metropolitan RI

Jabodetabek dan beberapa kota utama di Pulau Bali diprediksi akan tetap tumbuh sebagai metropolitan yang sangat potensial untuk pertumbuhan properti. Selain itu, Makassar, Semarang, dan Surabaya masuk sebagai kota yang berada dalam radar investasi properti di tahun 2025.

Di sisi lain, ada juga beberapa tantangan yang bisa menghambat pertumbuhan properti tahun ini. Beberapa isu, seperti pelemahan daya beli segmen menengah, tingginya harga tanah, dan kenaikan suku bunga diprediksi akan menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam pertumbuhan sektor properti 2025.

Meski demikian, para pelaku properti masih optimistis sektor ini tetap tumbuh. Bahkan sebagian besar percaya bahwa harga properti tetap akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Keberlanjutan dalam optimisme perlu diterapkan di tahun 2025 di tengah tantangan nasional dan global yang belum usai. Meski penuh tantangan, berbagai peluang masih terbuka di tengah dinamika pasar properti yang masih mencari titik keseimbangan baru. Diantaranya digitalisasi dan pengembangan AI untuk optimalisasi pertumbuhan properti,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip.

Stakeholders juga memprediksi bahwa, subsektor industri, data center dan pergudangan akan tumbuh positif di tahun 2025. Sementara itu, subsektor residensial, hotel, ritel, dan villa akan tumbuh moderat. Sedangkan subsektor yang lain diperkirakan masih tetap stagnan. Sejalan dengan itu, sektor pendidikan dan healthcare diprediksi akan tumbuh positif dan menjadi daya ungkit dalam pertumbuhan properti.

Program pemerintah yang diharapkan memberi dampak signifikan terhadap sektor properti, diantaranya adalah PPN DTP & Free BPHTB, dan pengembangan infrastruktur.

Redaksi