Sebanyak 16 Siswa dan 5 Guru SMPN 1 Kendal Keracunan MBG
LINGKARMEDIA.COM – Keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kejadian ini terjadi di SMPN 1 Kendal, jalan Stadion nomor 5 Kendal pada Rabu (26/11/2025).
Keracunan ini dialami 21 orang terdiri 5 orang guru yang melakukan taster dan 16 orang siswa usai mengkonsumsi MBG yang disuplai SPPG Sijeruk. Menurut keterangan dari pihak sekolah, bahwa selang 10 hingga 15 menit usai mengkonsumsi MBG, ke 21 korban keracunan mengalami gejala pusing, perut mual dan mutah-mutah.
Hal ini seperti disampaikan Humas SMPN 1 Kendal, Dra. Anita Susanti saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Kamis (27/11/2025).

Anita Susanti, yang juga mewakili tim MBG, kepada awak media memberikan keterangan terkait kronologi peristiwa keracunan, dirinya memaparkan, ” MBG biasanya kami terima kisaran pukul 09.00 sampai 09.15 WIB. Kemarin datang itu kurang lebih pada pukul 09.15 WIB. Seperti biasa sebelum didistribusikan ke siswa, kami taster dulu”.
“Pada 10 menit pertama, tidak ada gejala yang dirasakan sehingga diputuskan MBG untuk dibagikan. Saat itu baru untuk siswa kelas 8 terlebih dahulu. Saat pembagian MBG berlangsung, dua orang guru yakni ibu Dwi Wahyuni dan ibu Isna mulai merasakan pusing. Untuk memastikan, Ibu Anita ikut mencoba dan kemudian tidak lama merasakan mual dan pusing”, jelasnya.
Dengan adanya gejala terjadinya keracunan, pihak sekolah melalui Humas mengumumkan himbauan untuk MBG yang telah dibagikan di beberapa kelas tidak dikonsumsi terlebih dahulu.
“Terdapat beberapa kelas yang tidak mendengar pengumuman sehingga sudah mengonsumsi MBG. Pengumuman berisi imbauan untuk tidak mengonsumsi MBG terlebih dahulu. Kepala Sekolah yang menerima laporan segera menghubungi SPPG dan mengumumkan penarikan MBG agar tidak dikonsumsi siswa,” imbuhnya.
Mendapat laporan adanya keracunan di SMPN 1, Tim dari SPPG dapur Sijeruk beserta tim medis dari Puskesmas Kendal 1 datang ke sekolah dan melakukan testimoni dari 3 siswa yang merasa tidak enak, dan segera memberikan perawatan awal kepada 5 guru/karyawan yang menjadi tester.
Tepat pukul 13.30 WIB, beberapa siswa mulai menunjukkan gejala mual dan pusing. Guru segera memandu mereka ke hall sekolah untuk pertolongan pertama.
Dalam penanganan medis, sebanyak 5 siswa dibawa ke Puskesmas dan berhasil dipulangkan sekitar pukul 15.30 WIB. 10 siswa dirujuk ke UGD RSUD Soewondo untuk penanganan intensif, 1 siswa mendapat penanganan di sekolah.
Menurut Anita Susanti, saat penanganan medis tersebut pihak SPPG menanggung semua biaya perawatan siswa dan guru yang mengalami keracunan.
Hal ini senada dengan yang disampaikan Kepala SPPG dapur Sijeruk, Faturahim Nasuka Gozi Fauzi Solikin saat ditemui awak media, Kamis (27/11/2025).
Faturahim mengatakan, “kemarin kita langsung larikan ke puskesmas dan rumah sakit, dan untuk biayanya kita tanggung dari pihak SPPG dan mitra”.
Usai kejadian tersebut pihak sekolah menentukan sementara pengiriman MBG untuk siswanya hingga pada batas waktu yang tidak ditentukan.
Penulis : Shereen Mulya
Editor : Samsu








