Kesadaran Warga Dusun Sebaluh Desa Pandesari Dalam Mempertahankan Hutan
Kabupaten Malang, lingkarmedia.com – Sebanyak 50 orang warga Dusun Sebaluh Desa Pandesari Kecamatan Pujon, serentak melaksanakan penanaman pohon di area sumber mata air kawasan Coban Tengah dan Coban Manten.
Gerakan menanam ini berawal dari sebuah kesadaran masyarakat setempat akan kepedulian terhadap kelestarian alam khususnya menjaga keberlangsungan mata air. Dimana masyarakat Dusun Sebaluh khususnya dan Desa Pandesari pada umumnya menggantungkan kebutuhan air dari mata air Coban Manten, Coban Tengah , Coban Rondo dan sumber Marni.

Berdasarkan penelusuran tim awak media di lokasi, diketahui masyarakat petani khususnya menggantungkan aliran air dari Coban Manten hingga Coban Rondo untuk mengaliri sawahnya. Namun demikian, dengan semakin kecilnya debit air yang ada membuat kekuatiran masyarakat setempat akan kebutuhan air.
Terlebih dengan adanya kabar pihak-pihak dari luar wilayah Desa Pandesari yang mencoba mengambil air dari aliran sumber mata air Coban Manten dan sekitarnya, menimbulkan polemik. Pasalnya, pengambilan air tersebut tidak mendapatkan izin dari pihak pemerintah desa setempat dan warga.
Dengan gerakan menanam pohon ini, merupakan wujud dari kepedulian masyarakat terhadap kelangsungan alam khususnya dalam upaya mempertahankan sumber mata air yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat petani di wilayah tersebut.

Pelaksanaan penanaman pohon ini, menurut Kepala Dusun (Kasun) Sebaluh, Desa Pandesari, Imam Basori kepada awak media mengatakan, ” penanaman pohon tahap pertama ini bertujuan untuk menjaga keberadaan air di area coban Rondo, coban Tengah dan Coban Manten, agar debit nya tetap terjaga “. Minggu (1/6/2025)
Imam Basori berharap ada sinergitas antara masyarakat, pemerintah desa dan pelaku usaha wisata di wilayahnya dalam upaya melestarikan hutan.

Ditegaskannya, agar pemerintah Kabupaten Malang dapat melakukan kajian terkait perizinan tempat wisata-wisata baru yang ada di wilayah Desa Pandesari.
” Terkait adanya wisata-wisata baru, pemerintah kabupaten perlu melakukan kajian terhadap banyaknya wisata-wisata baru yang muncul. Sebab ini sangat mempengaruhi kelestarian alam yang ada, ” ujarnya.
Penanaman tahap pertama ini sendiri sebanyak 2000 bibit pohon ditanam di dua tempat yakni di area Sumber Marni dan Coban Manten.
Sementara itu, Ketua KTH Kedung Sumber Panguripan, Abdul Rosid kepada awak media menyampaikan tujuan dari gerakan menanam pohon tersebut.

Abdul Rosid mengatakan, ” tujuan dari penanaman ini untuk memperbesar sumber mata air dan agar tetap lestari hutan kita, hutan tetap hijau sehingga karbon yang dihasilkan dapat tetap terjaga. Sehingga aliran air ke sawah tetap baik, dan ini berimbas pada kesejahteraan masyarakat “.
Menyinggung kekuatiran masyarakat dengan adanya pihak-pihak dari luar Desa Pandesari yang mencoba mengambil air dari Coban Manten beserta aliran air menuju Coban Rondo, dirinya dengan tegas menyatakan akan mempertahankan mata air agar tidak ada pihak-pihak dari luar wilayah mengambil air.
” Masyarakat kita butuh sekali, jangan sampai mata air kita diambil oleh pihak-pihak dari luar wilayah Desa Pandesari. Kita pertahankan, sebab masyarakat sangat membutuhkan sekali. Kalau sampai diambil maka akan muncul masalah, karena masyarakat sini kekurangan. Jika ini dibiarkan, maka bagaimana nasib masyarakat kita nantinya, bisa-bisa lahan pertanian akan menjadi tanah kering, ” ujar Abdul Rosid.
Rencananya, kegiatan penanaman pohon ini akan berkelanjutan dengan berbagai jenis pohon yang dapat menahan tanah, air serta produktif.
(Ji)








