Gerakan Kediri Berbudaya ASRI, Kolaborasi ASN dan Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

IMG-20260420-WA0098

LINGKARMEDIA.COM – Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui berbagai program nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Kediri Berbudaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri di kawasan , Jumat (17/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dalam menjaga kebersihan ruang publik. Selain sebagai aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mengelola sampah dengan baik.

Baca juga:  https://lingkarmedia.com/antisipasi-risiko-bencana-perhutani-jombang-bersama-muspika-tutup-wisata-kali-grojokan-duwur/

Gerakan ASRI sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat, mulai dari Presiden, Menteri Dalam Negeri, hingga Menteri Lingkungan Hidup. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Surat Edaran (SE) Bupati Kediri yang menginstruksikan seluruh instansi untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

Kepala DLH Kabupaten Kediri, , menjelaskan bahwa gerakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi budaya yang harus diterapkan secara konsisten di setiap instansi maupun lingkungan masyarakat.

Ia menyebutkan, setiap hari Selasa seluruh instansi pemerintah maupun swasta diwajibkan melaksanakan kegiatan bersih-bersih selama kurang lebih 30 menit di lingkungan kantor masing-masing. Sementara pada hari Jumat, kegiatan difokuskan pada ruang terbuka publik agar dampaknya lebih luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

“Untuk hari Jumat, kita arahkan ke ruang publik seperti di Simpang Lima Gumul ini, supaya sekaligus mengajak masyarakat ikut terlibat dan menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Putut di sela kegiatan.

Menariknya, kegiatan ini juga dikombinasikan dengan senam pagi yang biasanya dilakukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Karena sebagian ASN menjalankan sistem work from home (WFH), maka kegiatan senam dipusatkan dalam satu lokasi dan digabungkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan.

Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1AsvdQn4uw/

Dengan konsep tersebut, suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan partisipatif. ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak berbaur dengan masyarakat yang tengah beraktivitas pagi, seperti jogging, jalan santai, hingga bersepeda.

Menurut Putut, fokus utama pembersihan dalam kegiatan kali ini adalah seluruh area kawasan Simpang Lima Gumul yang merupakan ikon Kabupaten Kediri. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Ia menegaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan lingkungan adalah tingginya volume sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik serta mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.

Lihat juga:  https://x.com/LingkarMed

“Kita mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2025 tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Ini yang terus kita sosialisasikan kepada masyarakat agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DLH juga menyediakan fasilitas pendukung berupa tempat khusus untuk menampung botol plastik bekas. Hal ini sebagai solusi bagi peserta yang belum membawa tumbler sendiri, meskipun sebelumnya telah diimbau untuk membawa botol minum pribadi.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk edukasi sederhana bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi sampah. Dengan membawa tumbler, penggunaan botol plastik sekali pakai dapat diminimalkan.

Putut juga mengungkapkan bahwa jenis sampah yang paling banyak ditemukan di lokasi kegiatan adalah sampah anorganik, terutama plastik bekas bungkus makanan. Namun demikian, sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran busuk justru dinilai lebih cepat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Melalui Gerakan ASRI ini, DLH berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah antara organik dan anorganik, serta mulai mengolah sampah agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.

Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin, bahkan ditargetkan bisa digelar minimal dua kali dalam satu bulan. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan terus diperkuat agar gerakan ini semakin meluas dan memberikan dampak yang signifikan.

Tidak hanya dari kalangan ASN, kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh , yang mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menilai kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kawasan Simpang Lima Gumul ini adalah ikon Kabupaten Kediri. Dengan adanya kegiatan senam bersama yang dilanjutkan dengan bersih-bersih lingkungan, ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara ASN dan masyarakat,” ungkapnya.

Jumadi berharap Gerakan Kediri Berbudaya ASRI dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Sebagai penutup, DLH Kabupaten Kediri juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ASRI dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler dan tas belanja sendiri, memilah sampah dari rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan di mana pun berada.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Gerakan Kediri Berbudaya ASRI tidak hanya menjadi program sementara, tetapi mampu menjadi budaya yang tertanam dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kediri secara berkelanjutan.

 

Penulis : Erick Marizta

Editor : Samsu