“Z@” Jamu Tradisional Bertahan di Tengah Tingginya Harga Bahan Baku
Kota Batu, lingkarmedia.com – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Batu ternyata bukan hanya berperan dalam menjalankan roda ekonomi masyarakat, namun ikut menyumbang dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Batu.
Sebut saja, Zahrotul Ulumiyah (41) warga Beji Kota Batu, salah satu pelaku UMKM ikut berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menjual produk olahan sendiri berupa jamu tradisional berupa jamu beras kencur, kunyit asam serta serbuk jahe instan yang diproduksi sendiri.

Zahrotul yang akrab disapa Yuli ini mengaku menjalankan usahanya sejak 2021. Meski jamu menjadi produk unggulannya, ibu rumah tangga yang merupakan salah satu anggota Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) UMKM Kota Batu ini juga menjual berbagai minuman dan mie level teler.
Saat ditemui awak media di lokasi dagangnya, Yuli menjelaskan bahwa dalam menjalani usahanya dengan cara mengikuti event-event pameran, dagang di Car Free Day (CFD) dan lewat media sosial.
” Saya juga anggota kelompok wanita tani (KWT) ASRI Desa Beji. Di sana ada banyak produk olahan berbahan baku tempe, seperti tempe kripik, brownies tempe dan puding tempe, ” ungkapnya, Sabtu (24/5/2025).
Zahrotul menambahkan, usai tempat usahanya terkena penggusuran, dirinya sampai saat ini tidak memiliki tempat tetap untuk usaha dagang.
Meski demikian ibu pasangan dari Ahmad Khoirul Anwar (43) ini tidak memiliki tempat dagang tetap, semangat jiwa dagangnya tetap tinggi, sehingga media sosial menjadi penunjang usahanya dengan permodalan seadanya.
” Waktu itu punya tempat tetap di stadion, berhubung kena gusur jadi gak ada tempat lagi. Maka untuk tetap berjualan, lewat media sosial, ” ujarnya.
Ibu yang memiliki 4 orang anak ini berharap dapat mengembangkan usahanya. Namun demikian, Zahrotul mengaku selama ini mendapatkan suport dari KWT ASRI. ” Selama ini KWT memberikan suport dengan mengajukan proposal dari pokir, dinas atau lainnya nanti kita mendapatkan bantuan alat yang digunakan sebaik-baiknya “.
Terkait produk olahan berupa jamu buatannya, beras kencur, kunyit asam dan kunci sirih dikemas dalam botol kemasan 250 ml telah memiliki merk “Z@” Jamu Tradisional dengan harga jual standar Rp. 5000,- per botol untuk jamu kunyit asam, sedangkan untuk beras kencur di harga Rp. 7000,- per botol.
Dalam usahanya, Zahrotul tidak lepas dari persoalan yang dihadapinya, dimana harga bahan baku yang terus mengalami kenaikan. Dirinya berharap, pemerintah dapat memberikan suport kepada pelaku UMKM dalam menstabilkan harga bahan baku.
Zahrotul mengatakan, ” Kita minta, pemerintah terhadap pelaku UMKM bisa memberikan suport, dan harga bahan baku tidak melambung tinggi”.
Di tengah tingginya harga bahan baku, produk Jamu Tradisional ” Z@” tetap memberikan manfaat kesehatan diantaranya ;
– KUNYIT ASAM bermanfaat untuk meringankan pegal-pegal badan dan baik untuk kesehatan lambung.
– BERAS KENCUR bermanfaat dapat menambah nafsu makan, menghilangkan bau mulut, untuk anti oksidan bagi anak kecil.
– KUNCI SIRIH bermanfaat untuk anti oksidan kewanitaan.
Untuk menjaga kesehatan, bagi yang berminat konsumsi Jamu Tradisional ” Z@ ” baik dalam bentuk siap minum kemasan botol maupun dalam bentuk serbuk, dapat memesan lewat WhatsApp di nomor 0812 3251 5128 . Untuk pemesan dari luar wilayah Batu dikenakan ongkos kirim (Ongkir).
Adapun kekuatan produk jamu ini, 5 – 6 hari dalam suhu ruang. Disimpan dalam kulkas dapat kuat 2 – 5 bulan. “Z@” Jamu Tradisional ini telah mendapatkan Sertifikat HALAL.
(Ji)








