Kantor Desa Beji Resmi Pindah ke Gedung Baru, Boyongan Jadi Simbol Awal Pelayanan dan Pusat Ekonomi Warga

IMG_20260607_133536

LINGKARMEDIA.COM – Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih tiga tahun sejak 2023, Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu akhirnya resmi menempati kantor desa yang baru. Perpindahan dari kantor lama ke gedung baru tersebut dilakukan melalui prosesi adat Jawa yang dikenal dengan istilah boyongan, sebagai simbol perpindahan sekaligus awal kehidupan baru di tempat yang baru.

Prosesi boyongan berlangsung pada Minggu (7/6/2026) pagi. Kepala Desa Beji bersama seluruh perangkat desa berjalan kaki dari kantor lama menuju kantor baru dalam suasana penuh kebersamaan. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Jawa yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/ritual-bersih-desa-di-dusun-andong-cermin-identitas-budaya-osing/

Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, mengatakan bahwa perpindahan ke kantor baru merupakan momentum penting bagi pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, seluruh aktivitas pemerintahan desa kini dapat dipusatkan dalam satu kawasan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan nyaman bagi warga.

“Pada kantor yang baru ini kami bisa memberikan kenyamanan bagi warga dan di situ tersentral semuanya,” ujar Deny saat ditemui awak media Minggu (7/6/2026).

Kantor desa baru tersebut berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi. Di dalam kawasan tersebut tidak hanya terdapat gedung pelayanan pemerintahan, tetapi juga pendopo, kantor lembaga desa, serta area yang ramah anak untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Deny memastikan pelayanan administrasi dan berbagai kebutuhan masyarakat akan mulai berjalan secara efektif pada peresmian kantor baru.

“Hari ini juga kita langsung membuka pelayanan di kantor baru. Namanya orang Jawa, ketika pindah rumah itu ya hari itu juga tidak usah kembali ke rumah lama, langsung aktif di situ,” katanya.

Keberhasilan pembangunan kantor desa baru ini menjadi salah satu capaian penting Pemerintah Desa Beji. Menariknya, pembangunan dilakukan sepenuhnya menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tanpa bantuan pembangunan gedung dari pemerintah kota maupun pemerintah provinsi.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Deny menjelaskan pembangunan dilakukan secara bertahap melalui empat kali penganggaran sejak tahun 2023 hingga akhirnya dapat diselesaikan pada tahun 2026.

“Sejauh ini kita dari APBDes. Pembangunannya dimulai tahun 2023 dan kurang lebih empat kali penganggaran. Sampai saat ini belum tersentuh dan belum ada bantuan dari pemerintah kota maupun provinsi,” jelasnya.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Meski demikian, Pemerintah Desa Beji telah mengajukan sejumlah proposal bantuan untuk mendukung sarana dan prasarana di kawasan kantor baru. Beberapa kebutuhan yang diajukan antara lain pembangunan jalan, gorong-gorong, hingga pemasangan penerangan jalan umum (PJU).

“Kita sudah mengajukan proposal. Mungkin tahun depan baru direalisasikan. Untuk saat ini masih murni dari APBDes,” tambahnya.

Peresmian dan pemanfaatan kantor desa baru ini sekaligus mewujudkan cita-cita yang telah lama direncanakan. Deny mengungkapkan gagasan pemindahan kantor desa sebenarnya telah muncul sejak tahun 2017 pada masa kepala desa sebelumnya.

“Wacana gambaran awal di tahun 2017 pada saat kepala desa yang lama mencanangkan pindah ke kantor desa yang baru. Alhamdulillah sekarang tercapai,” ujarnya.

Ke depan, kawasan kantor desa baru tidak hanya difungsikan sebagai pusat pelayanan administrasi pemerintahan. Pemerintah Desa Beji juga berencana menjadikannya sebagai pusat kegiatan masyarakat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Deny berharap berbagai kegiatan warga dapat dipusatkan di kawasan tersebut sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya dapat menambah nilai ekonomi masyarakat, bukan hanya sebagai kantor pelayanan saja. Selesai pelayanan, malamnya bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat yang bisa membawa tambahan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, bangunan kantor desa lama tidak akan dibiarkan kosong. Pemerintah desa telah menyiapkan konsep pemanfaatan gedung tersebut sebagai pusat promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta galeri batik khas Desa Beji.

Sebagai desa yang dikenal memiliki ikon produk olahan tempe, kantor desa lama nantinya akan menjadi tempat pemasaran berbagai produk unggulan warga. Selain itu, galeri batik motif tempe yang telah memiliki hak kekayaan intelektual juga akan dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

“Di kantor desa lama nantinya untuk menampung UMKM dan juga kita gunakan sebagai galeri batik motif tempe yang saat ini sudah memiliki hak cipta. Pendopo kantor desa lama akan dikembangkan untuk menarik wisatawan,” pungkas Deny.

Kantor Desa Beji yang baru ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Wali Kota Batu, H. Nurochman, SH., MH pada Selasa (9/6/2026) malam.

 

Penulis : Samsu

Editor: Ramses