KSIC : Wali Kota Semarang Jangan Tunggu Warga Tenggelam Baru Bertindak

IMG-20251027-WA0045

Semarang, lingkarmedia.com – Respon Pemerintah Kota Semarang terhadap persoalan banjir yang terus menghantui warga setiap musim hujan dinilai lamban.

Dalam pernyataannya, Kelompok Studi Insan Cita (KSIC) mendesak Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, untuk tidak menunggu warga tenggelam baru bertindak.

KSIC menilai kebijakan penanganan banjir di Kota Semarang masih bersifat reaktif. Pemerintah baru turun tangan ketika air sudah naik dan warga mulai menjadi korban.

“Warga tidak bisa terus-menerus menjadi korban genangan. Wali Kota seharusnya memimpin langkah preventif, bukan hanya muncul saat banjir sudah terjadi. Masalah ini sudah menahun dan belum ada solusi strategis,” tegas Thoriq dari KSIC, Sabtu (26/10).

Menurut kajian KSIC, penyebab utama banjir di Semarang bukan hanya curah hujan tinggi, tetapi juga karena buruknya sistem drainase dan belum tuntasnya normalisasi sungai di sejumlah titik.

Sedimentasi dan penyempitan saluran air menyebabkan luapan sulit dikendalikan, sementara pembangunan di kawasan rendah tanpa perhitungan aliran air justru memperparah keadaan.

Thoriq menambahkan, lemahnya transparansi anggaran penanganan banjir juga memperburuk kepercayaan publik. Ia menilai Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Agustina perlu membuka data penggunaan anggaran secara terbuka agar masyarakat dapat ikut mengawasi.

“Selama ini warga hanya melihat janji dan proyek, tapi tidak tahu sejauh mana realisasinya. Kami minta pemerintah lebih terbuka dan serius,” ujarnya.

Penulis: Tim

Editor: Redaksi