Banjir Semarang Meluas, Walikota Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan
Semarang, lingkarmedia.com – Musibah banjir selama sepekan terakhir direspon cepat walikota Semarang dengan mendirikan dapur umum di tiga kecamatan, yakni Gayamsari, Pedurungan, dan Genuk.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi meski kondisi banjir belum surut.
“Dapur umum ini untuk memberikan makanan dan minuman kepada warga yang mengalami kesulitan akibat banjir. Kami berupaya memberikan bantuan terbaik agar masyarakat terdampak dapat bertahan dalam situasi ini,” ujarnya di Semarang, Jumat (31/10/2025).
Dapur umum dan posko bantuan tersebut didirikan di beberapa titik rawan banjir. Di Kecamatan Gayamsari terdapat di Kelurahan Kaligawe, Tambakrejo, Sawah Besar, dan Siwalan. Sementara di Kecamatan Pedurungan berada di Kelurahan Tlogosari Kulon dan Muktiharjo Kidul. Di Kecamatan Genuk, dapur umum melayani warga di Kelurahan Terboyo Wetan, Trimulyo, Gebangsari, dan Genuk Sari.
Sejak pertama kali beroperasi pada Kamis 23 Oktober 2025, total bantuan logistik untuk penanganan banjir di Kota Semarang tercatat mencapai sekitar Rp900 juta. Hingga Jumat, lebih dari 1.000 warga telah menerima bantuan pangan dari dapur umum tersebut.
Pelayanan dapur umum difokuskan untuk seluruh penyintas banjir agar seluruh warga mendapatkan makanan secara merata. “Tidak boleh ada warga yang tidak terjangkau atau tidak mendapat bantuan. Dinsos, BPBD, Tim Tagana, dan relawan terus bekerja untuk memastikan setiap warga mendapatkan makanan,” tambah Agustina.
Bantuan yang disalurkan mencakup air mineral, bahan pokok, sayur-mayur, tahu, tempe, makanan kaleng, hingga nasi bungkus. Selain itu, tersedia pula kebutuhan lain seperti obat-obatan, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, kebutuhan lansia, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan dasar lainnya.
Distribusi bantuan dilakukan secara langsung ke titik-titik banjir dan juga melalui ketua RT maupun RW agar penyaluran lebih merata. “Para relawan dan ibu-ibu PKK bergotong royong memasak dan menyiapkan menu makanan. Semangat kebersamaan ini yang harus kita jaga,” ucapnya.
Walikota Agustina menambahkan bahwa layanan dapur umum akan terus berjalan selama banjir belum surut, dan bila diperlukan, akan diperluas ke wilayah lain yang terdampak.
Penulis : Ramses
Editor: Samsu








