KSAD Tegur Staf Khusus di Sengketa Tanah Jusuf Kalla

IMG-20251119-WA0008

LINGKARMEDIA.COM – Terkait kehadiran aparat TNI dalam sengketa lahan mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan telah menegur Staf Khusus, Mayor Jenderal Achmad Adipati Karna Widjaja.

Maruli mengatakan, yang bersangkutan hadir dalam hal kepentingan pribadi. Namun, ia enggan menjelaskan tujuan kehadiran Jenderal bintang dua itu di lokasi sengketa lahan. “Kepentingan pribadi, sudah ditegur,” kata Maruli kepada media Senin, 17 November 2025.

TNI Angkatan Darat sebelumnya menelusuri beredarnya foto di media sosial yang memperlihatkan seorang perwira tinggi TNI berpakaian sipil berada di lokasi konflik tanah antara Jusuf Kalla dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). Kehadiran figur tersebut memicu spekulasi publik soal dugaan pembekingan konflik tanah.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Infanteri Donny Pramono, membenarkan Achmad Adipati menjabat sebagai Staf Khusus KSAD. Namun, ia mengatakan, institusi masih memastikan kebenaran informasi yang beredar. “Kami sedang mendalami informasi tersebut untuk memastikan duduk perkaranya secara utuh,” jelas Donny kepada media pada Rabu, 12 November 2025.

Donny mengatakan seluruh prajurit TNI AD, terlebih yang memegang posisi strategis, wajib mematuhi aturan dan kode etik militer. Prinsipnya adalah profesional, netral, serta tidak terlibat dalam kepentingan pribadi di luar tugas kedinasan. “TNI Angkatan Darat memandang penting untuk menelusuri terlebih dahulu fakta dan kronologi secara objektif sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut,” kata dia.

Ia juga meminta publik tidak buru-buru mengambil kesimpulan sembari menunggu hasil klarifikasi resmi. “Kami berharap semua pihak dapat menunggu hasil klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan persepsi keliru terhadap institusi TNI Angkatan Darat,” ujar Donny.

Penulis: Redaksi