Dana Konservasi Hutan TFFF Resmi Diluncurkan, Komitmen Awal Rp92,34 Triliun

IMG-20251108-WA0068

Jakarta, lingkarmedia.com – Pendanaan konservasi hutan Tropical Forest Forever Facility (TFFF) resmi diluncurkan dalam pembukaan KTT pemimpin COP30 di Belem, Brasil pada Kamis (6/11/2025). Sebanyak 53 negara telah menyatakan dukungan untuk inisiatif dengan target mobilisasi investasi senilai US$125 miliar pada 2035 tersebut. Selain dukungan, komitmen pendanaan senilai lebih dari US$5,5 miliar atau sekitar Rp92,34 triliun (asumsi kurs Rp16.790 per dolar AS) juga diumumkan dalam peresmian TFFF.

Mengutip siaran pers COP30, Norwegia menyatakan komitmen pembiayaan senilai US$3 miliar untuk 10 tahun ke depan.

Secara keseluruhan, 34 negara pemilik hutan tropis menandatangani Deklarasi TFFF, yang mencakup lebih dari 90% hutan tropis di negara berkembang, termasuk Indonesia, Republik Demokratik Kongo, dan China.

“TFFF yang kita luncurkan hari ini merupakan inisiatif yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara-negara di Global South akan mengambil peran utama dalam agenda kehutanan,” ujar Presiden Lula da Silva.

Brasil Pastikan Negara dengan Hutan Tropis Tak Wajib Setor Dana ke TFFF Menteri Lingkungan dan Perubahan Iklim Brasil, Marina Silva, mengatakan bahwa peluncuran TFFF di sela-sela COP30 menandai titik balik dalam sejarah konservasi hutan hujan tropis.

“Untuk pertama kalinya, kita memiliki mekanisme global yang mengakui nilai jasa ekosistem hutan dan memberikan insentif permanen bagi pelestariannya. Ini adalah pencapaian kolektif yang menempatkan Brasil di jantung upaya membangun solusi iklim yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Brasil Fernando Haddad menekankan bahwa kehadiran TFFF menjadi momentum bersejarah karena didukung oleh puluhan negara.

Inisiatif pendanaan ini diharapkan dapat menarik aliran modal pemerintah (sovereign) dan swasta jangka panjang untuk memobilisasi pembiayaan signifikan dalam konservasi hutan tropis di seluruh dunia.

“Brasil bangga memimpin inisiatif transformatif ini, yang memadukan ambisi iklim dengan kerja sama internasional,” kata Haddad.

Bank Dunia telah dikonfirmasi sebagai pengelola dan tuan rumah sementara TFFF. Langkah berikutnya adalah pembentukan Tropical Forest Investment Fund (TFIF) dalam yurisdiksi nasional, yang akan membuka jalan bagi dimulainya operasi pendanaan.

Peluncuran di Belem menandai awal dari proses kapitalisasi TFFF. Dialog dengan calon investor, baik sovereign maupun swasta, akan terus berlanjut menuju target jangka menengah sebesar US$125 miliar. Target ini akan mengombinasikan US$25 miliar dari sumber pendanaan pemerintah dan US$100 miliar dari investor institusional.

Brasil memastikan negara-negara dengan hutan hujan tropis seperti Indonesia, Malaysia, dan Kongo tidak akan dibebani kewajiban untuk menyetor dana investasi dalam skema pembiayaan konservasi hutan Tropical Forest Forever Facility (TFFF).

Brasil sendiri telah berkomitmen menyalurkan investasi awal senilai US$1 miliar ke dalam TFFF, sebuah mekanisme pendanaan baru yang dirancang untuk mendukung negara-negara tropis dan berkembang dalam upaya mencegah deforestasi dan degradasi hutan. Inisiatif ini menargetkan mobilisasi dana hingga US$125 miliar.

“Brasil telah berkomitmen berinvestasi sebesar US$1 miliar, tetapi tidak ada ekspektasi bahwa negara-negara tropis lainnya harus melakukan hal serupa.

TFFF merupakan sumber pembiayaan bagi negara-negara tropis. Mereka akan menerima pendanaan, bukan menyetorkan investasi,” kata André Aquino, Penasehat Khusus Bidang Ekonomi dan Lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup Brasil, kepada pers di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Aquino menekankan bahwa bantuan yang diterima negara-negara tropis bersifat hibah berbasis kinerja (performance-based grants), bukan pinjaman, sehingga tidak perlu dikembalikan. Dana tersebut diberikan sebagai bentuk pembayaran atas jasa ekosistem (payment for ecosystem services), tanpa menghasilkan kredit karbon atau kredit keanekaragaman hayati.

Tim

Redaksi