BBC Tolak Disebut Cemarkan Nama Baik, Trump Gugat 83 Triliun Rupiah

IMG_20251115_170556

LINGKARMEDIA.COM – Gugatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ditujukan kepada lembaga penyiaran publik Inggris, BBC memasuki babak baru. Kini, BBC menolak disebut telah mencemarkan nama baik Donald Trump karena menyiarkan editan pidatonya.

Pertikaian ini bermula ketika BBC menyiarkan program investigasi Panorama yang berjudul ‘Trump: A Second Chance?’

Donald Trump menuding BBC telah mengedit video pidatonya yang berujung menyesatkan publik mengenai perannya dalam kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021 silam.

Akibat kontroversi ini, dua pemimpin puncak BBC, yakni Direktur Jenderal Tim Davie dan CEO berita Deborah Turness ditengarai telah mengundurkan diri pada Minggu (9/11/2025) lalu.

Tak hanya menuntut pengunduran diri dua pentolan BBC, Trump juga menuntut penarikan kembali berita “penuh dan adil” itu serta kompensasi “sesuai” atas kerugian yang dideritanya. BBC sudah meminta maaf kepada Trump karena telah mengedit pidatonya, sehingga tampak seolah-olah ia menganjurkan ‘kekerasan’ di Capitol.

Namun dalam pernyataan pada hari Kamis, penyiar tersebut menolak dasar klaim ‘pencemaran nama baik’.

BBC mengatakan, Ketuanya, Samir Shah, sudah mengirim surat secara  pribadi ke Gedung Putih, menjelaskan kepada Trump bahwa ia dan perusahaan tersebut “menyesali” bagaimana pidatonya diedit dalam dokumenter Panorama, sebuah acara berita terkini.

Ditambahkannya pula, pihak penyiar tidak mempunyai rencana untuk menyiarkan ulang dokumenter itu di platform mana pun.

“Meskipun BBC sungguh-sungguh menyesalkan cara penyuntingan klip video tersebut, kami sangat tidak setuju bahwa ada dasar untuk klaim pencemaran nama baik,” kata BBC, dikutip dari Al Jazeera.

Tuduhan di BBC telah membuat lembaga penyiaran itu berisiko harus menggunakan uang yang dibayarkan oleh pemirsanya untuk memberikan kompensasi kepada Trump atas kesalahan yang dibuatnya.

Para kritikus mengatakan, hal itu dapat memberikan lebih banyak amunisi bagi para ‘pembenci’ BBC, di saat semakin banyak orang membatalkan pembayaran biaya lisensi tahunan mereka.

Informasi dari para pemerhati hukum mengatakan bahwa Trump akan menerima tantangan dan membawa pertikaian melawan BBC ini ke pengadilan di Inggris atau AS.

Sementara pihak dari BBC mengatakan dapat membuktikan bahwa Trump tidak dirugikan karena ia akhirnya terpilih sebagai presiden pada tahun 2024.

Trump dilaporkan memberikan ancaman bakal menggugat BBC sebesar $5 miliar atau sekitar Rp 83 triliun rupiah.

Dalam surat resmi yang dikirimkan kepada BBC, tim kuasa hukum Donald Trump menuntut penarikan kembali berita “penuh dan adil” serta kompensasi yang “sesuai” atas kerugian yang diderita kliennya.

Kantor BBC tersebut diberi tenggat waktu hingga Jumat, (14/11/25) untuk memenuhi tuntutan tersebut atau menghadapi tindakan hukum di pengadilan negara bagian Florida, Amerika Serikat.

“BBC sudah diperingatkan. SILAKAN KENDALIKAN DIRI ANDA DENGAN TEPAT,” tulis pengacara Trump, Alejandro Brito, dalam surat yang beredar luas di media sosial.

Sebelumnya, Trump menyambut gembira dengan mundurnya dua petinggi BBC, yaitu Tim Davie dan Deborah Turness.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang sebelumnya melontarkan kritik keras, merespons mundurnya Davie dan Turness dari BBC di media sosial X.

Leavitt menyebut BBC sebagai “berita palsu 100 persen” dan “mesin propaganda sayap kiri” yang dibayar oleh wajib pajak Inggris.

“Klip yang sengaja disunting secara tidak jujur dan selektif oleh BBC ini adalah bukti lebih lanjut bahwa mereka benar-benar, 100 persen berita palsu yang seharusnya tidak lagi layak ditonton di layar televisi rakyat Inggris Raya,” ujar Leavitt sebelumnya kepada media, dikutip dari Deadline.

Sementara itu, Trump turut berkomentar di platform Truth Social. Dirinya berterima kasih kepada media yang mengungkap kasus ini dan menyebut para eksekutif BBC sebagai “orang-orang yang sangat tidak jujur yang mencoba mengganggu keseimbangan Pemilihan Presiden”.

“Para petinggi BBC, termasuk TIM DAVIE, sang BOS, semuanya mengundurkan diri/dipecat, karena mereka ketahuan ‘memalsukan’ pidato saya yang sangat bagus pada tanggal 6 Januari. Terima kasih kepada The Telegraph karena telah mengungkap “Jurnalis” yang korup ini.” kata Trump di Truth Social.

Redaksi