Kapolres Kendal Monitor Kondisi Terakhir SPPG Dapur Sijeruk

Kapolres kendal

LINGKARMEDIA.COM – Satu hari pasca peristiwa keracunan yang dialami Siswa SMPN 1 Kendal pada Rabu (26/11), Polres Kendal langsung turun melakukan pengecekan di tempat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Sijeruk.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, S.I.K., didampingi Kapolsek Kendal, bersama tim dari Dokes Polres datang ke lokasi memastikan SPPG tersebut tidak beroperasi sementara, Kamis (27/11/2025) siang.

Dalam jumpa pers nya usai pengecekan, Kapolres Kendal menyampaikan kedatangan tim Polres Kendal ke SPPG Sijeruk dalam rangka monitor kondisi terakhir pasca terjadinya dugaan keracunan di SMPN 1 Kendal.

“Kita melakukan pengecekan dan melihat kondisi di dalam, yang juga dari Dinas Kesehatan sudah melakukan pengecekan”, ujar AKBP Hendry.

Dijelaskannya, usai pihak Polres mendapatkan informasi adanya dugaan keracunan pada siswa SMP tersebut, pihaknya langsung gerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Kami dari Polres Kendal setelah mengetahui atau mendapat informasi adanya keracunan dari penerima manfaat makan bergizi gratis, kemudian pihak Polres melakukan pengecekan baik dari para siswanya juga langsung menuju ke SPPG kemarin (26/11), untuk mengambil sampel makanan untuk dilakukan tes di lapangan,” tambah AKBP Hendry di hadapan awak media.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa pengecekan ke SPPG Sijeruk kali ini melakukan pemantauan pasca kejadian untuk memastikan SPPG tersebut tidak beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan.

Kasi Dokes Polres Kendal, Ipda Eka Bayu mengatakan, “terkait kasus yang kemarin terjadi, dari Polres langsung menuju ke lokasi terutama kita cek siswa keracunan yang di IGD RSUD Kendal. Selanjutnya kami melakukan uji pengamanan makanan yang menjadi standart dalam MBG”.

 

Pada uji kelayakan tersebut, Dokes Polres Kendal melakukan dua tahap, yakni tahap Argonoleptik dan uji kimiawi. “Ada beberapa item yang kita periksa, antara lain ada nitrid, sianid, formaldid dan arsenic”.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara argonoleptik, ditemukan adanya menu makanan yang mengalami perubahan aroma dan teksturnya. Sedangkan melalui uji kimiawi ditemukan unsur Nitrid di atas ambang toleransi pada sayur pakcoy

“Untuk batas ambang sebenarnya 1 mili gram per liter, kemarin dari hasil pengecekan kami ditemukan di angka 40 mili gram per liter. Penyebabnya dari sayur”, ungkap Ipda Eka Bayu.

Sementara, Kepala SPPG Sijeruk, Faturahim Nasuka Gozi Fauzi Solikin saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tidak beroperasi hingga ada hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan.

Faturahim mengatakan, “Untuk hari ini kita menghentikan dahulu proses operasional dapur Sijeruk. Kita tunggu dulu dari Dinkes hasil lab nya bagaimana kita masih memberhentikan proses distribusi dan operasional dapur Sijeruk sampai nunggu hasil lab dari Dinkes”.

Menurut Faturahim, menu makanan pada kejadian keracunan tersebut berupa daging sapi, sayur pakcoy, nasi, tempe dan buah pisang.

Dalam proses memasak di SPPG dapur Sijeruk, Faturahim menambahkan, “kita melakukan proses masak dari jam satu malam, untuk sayur dari jam tiga pagi”.

Diketahui, SPPG dapur Sijeruk saat ini melayani penyediaan makan gizi gratis sebanyak 1.506 porsi dalam sehari untuk melayani 5 sekolah diantaranya, SMPN 1 Kendal, SD 1 Pegulon, SD 2 Pegulon, SD 2 Jotang dan SD Kalibuntu Wetan.

Kepala SPPG dapur Sijeruk ini menegaskan bahwa dengan adanya kejadian keracunan tersebut, pihak juga melakukan pelaporan. “Untuk pelaporan kita tetap melakukan sesuai arahan dari korwil. Hingga saat ini memang ada beberapa laporan untuk ke atas MBG juga.

Penulis : Samsu

Editor : Ramses