Anak Anggota DPRD Sulteng Jadi Pemilik 41 Dapur MBG

IMG_20251121_201604

LINGKARMEDIA.COM – Publik Sulawesi Selatan (Sulsel) menyoroti adanya anak seorang anggota DPRD berinisial YAR yang diduga mengelola 41 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulsel.

Hal ini memicu reaksi keras dari tokoh oposisi, Said Didu melalui akun media sosialnya dengan menyindir praktik tersebut.

Said Didu menyinggung istilah Serakahnomic, yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto untuk menyindir praktik ekonomi yang didorong keserakahan.

“Wow… Inikah praktek awal Serakahnomic? Setahu saya Bpk Presiden @prabowo yang juga pimpinan Partai Bapak sedang memberantas Serakahnomic,” tulis Said pada Rabu (19/11/2025).

Menanggapi hal ini, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan akan menertibkan kader Gerindra yang terlalu banyak menguasai dapur MBG.

“Kita tertibkan,” tulis Dasco melalui akun X (ex-Twitter) @bang_dasco, Kamis (20/11/2025).

Diketahui YAR merupakan pembina salah satu yayasan yang telah menghadirkan 41 dapur MBG di seluruh Sulsel.

Baru-baru ini, yayasan ini meresmikan 10 dapur baru di Kabupaten Bone, tepatnya di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, pada Jumat (14/11/2025).

Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

Adapun sebaran dapur bergizi tersebut terdiri dari 16 dapur di Kota Makassar, 3 dapur di Parepare, 2 dapur di Gowa, serta 10 dapur di Kabupaten Bone yang baru saja diresmikan.

Selain itu, masih terdapat 3 dapur tambahan yang sedang dalam tahap penyelesaian di wilayah Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Tellu Siattinge, Dua Boccoe, dan Kajuara.

Dengan jumlah MBG yang fantastis dikelolanya, publik pun ikut menyoroti YM anggota DPRD Sulsel yang juga ayah dari pada YAR.

YAR (20) merupakan seorang mahasiswi, namun tidak seperti mahasiswi pada umumnya, ia bisa digolongkan sebagai “pengusaha.” Ia memiliki 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), istilah untuk dapur MBG.

Dapur SPPG miliknya tersebar di empat kota di Provinsi Sulawesi Selatan: 16 di Kota Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, dan 10 di Kabupaten Bone. SPPG itu dikelola oleh yayasan-yayasan secara formal dengan nama yang berbeda-beda. Fakta sebenarnya “pemilik” yayasan-yayasan tersebut hanya satu, yang diakuinya sebagai Yayasan YG.

Diketahui, YAR adalah anak politisi Partai Gerindra, partai yang sekarang berkuasa di Bone, Sulawesi Selatan.

Fakta bahwa MBG dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang dijalankan secara tersentralisasi. BGN merekrut para pengelola SPPG dengan persyaratan yang lumayan ketat terutama dari sisi permodalan. Setiap satu SPPG mendapat biaya rata-rata sebesar Rp 10 milyar per tahun.

Namun sebelum membuka SPPG, pemodal yang adalah individu, perusahan, atau yayasan, harus menyediakan dana awal untuk pembuatan dapur yang syaratnya lumayan ketat. Satu dapur memerlukan biaya awal sekitar Rp 1,5 milyar untuk penyediaan bangunan, dapur dan lain-lainnya.

Setiap SPPG idealnya melayani sekitar 3,000 hingga 3,500 siswa. Jadi dapur MBG dari Yayasan YG ini melayani antara 123,000 hingga ke 143,500 murid.

Penulis: Tim Keadilan Pangan

Editor: Panji