Warga Bondowoso Kehilangan Nafkah Akibat Perusakan Kebun Kopi

IMG-20251027-WA0035

Bondowoso, lingkarmedia.com – Akibat pengrusakan ribuan pohon kopi di lahan seluas 4,6 hektar kawasan Java Coffee Estate (JCE) Jawa Timur, petani kehilangan sumber penghidupannya. Hal ini membuat para petani yang baru mengetahui kejadian ini langsung menangis histeris.

Pengrusakan kebun kopi tersebut diduga oleh orang tak dikenal dan kejadian tersebut sudah tiga kali terjadi dalam waktu yang belum genap satu tahun.

Mereka yang setiap hari menggantungkan hidup dari aktivitas panen dan pengelolaan kebun, kini terpaksa menganggur. Tanaman kopi yang semestinya dipanen, tiba-tiba ditebang dan dirusak, membuat ratusan keluarga kehilangan penghasilan.

“Kami hidup dari kebun. Kalau kebun dirusak begini, kami kehilangan pekerjaan,” ujar Suryani, pemetik kopi yang sehari-hari bekerja di JCE Kali Gedang, Rabu (15/10/2025).

Di tempat terpisah, Kepala Desa Kali Gedang, Sukarto saat dikonfirmasi awak media. mengungkapkan keresahan yang sama. Menurunya, perusakan ini bukan hanya perkara aset negara, tetapi soal keberlangsungan hidup warga, sebab perusakan tidak hanya menimpa perusahaan, tapi juga masyarakat. “Banyak warga menggantungkan hidup dari kebun. Kami harap aparat segera menindaklanjuti laporan yang ada,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR RI, Nashim Khan prihatin peristiwa kejadian yang menimpa nasib petani kopi tersebut dengan mendesak agar aparat hukum tidak tinggal diam melihat situasi ini berulang.

Menurutnya, perusakan bukan sekadar soal pohon yang ditebang, tapi soal keadilan yang belum hadir. “Kalau dibiarkan, ini bisa menimbulkan gejolak,” kata Nashim.

Ia menegaskan, penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Dalam berbagai konflik agraria di Indonesia, keengganan bertindak justru menjadi sumber masalah baru. Negara harus hadir bukan hanya untuk menjaga stabilitas, tetapi juga melindungi yang lemah.

Sebelum pengrusakan diketahui bahwa belum ada kesepakatan relokasi lahan PTPN yang dikelola oleh petani di Kecamatan Ijen.

Diketahui, pertemuan ketiga antara PTPN dan masyarakat petani di Kecamatan Ijen diadakan di Polres Bondowoso, Senin (20/10/2025).

Mediasi itu ditengahi Forkopimda dan anggota DPR RI, Nashim Khan. Nashim Khan menyampaikan pertemuan ketiga ini membahas skema kerjasama antara PTPN dan masyarakat.

Lebih lanjut, Nashim menegaskan bahwa saat ini warga menunggu keputusan direksi. Dirinya berharap, masyarakat Ijen dan PTPN bisa bersinergi ke depan demi proyek strategi nasional. “Kita menunggu keputusan dari Direksi,”ujarnya.

Petani sudah sepakat berkerjasama dengan skema usulan perihal pembagian hasil tanam sebesar 70 persen untuk masyarakat, dan 30 persen untuk PTPN.

Penulis: Ramses

Editor: Samsu