Terkait Perijinan, Pabrik Hebel di Purwanegara Didemo Warga

IMG_20260130_203308

LINGKARMEDIA.COM – Ratusan warga Purwonegoro, Banjarnegara lakukan aksi unjuk rasa di halaman pasar ikan, Kamis (29/1/26) mendukung iklim investasi dari keresahan gerudukan ribuan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau) yang mempersoalkan ijin pabrik Hebel PT. Superior Prima Sukses (SPS).

Kepala Desa Purwonegoro, Renda Sabita Noris. kepada media mengatakan, masyarakat tidak sedang membela perusahaan, melainkan ingin menjaga kondusivitas desa dan memastikan investasi berjalan sesuai aturan.

“Kami mendukung investasi yang masuk ke Banjarnegara, tapi tetap harus patuh aturan. Kami juga meminta PT Superior Prima Sukses segera melengkapi perizinan usaha yang masih kurang,” ujar Renda.

Renda menyebut, keresahan warga dipicu adanya informasi ribuan anggota ormas tertentu yang berencana mendatangi perusahaan tersebut. Kabar itu dinilai berpotensi menimbulkan tekanan psikologis dan konflik horisontal di tengah masyarakat.

“Perusahaan itu datang sendiri ke Purwonegoro, bukan atas undangan warga atau pemerintah desa. Jangan sampai masyarakat justru dibenturkan dengan ormas. Pemkab harus bertanggung jawab soal administrasi yang belum tuntas,” tegasnya.

Menanggapi aksi warga, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, memastikan pemerintah daerah mendukung investasi selama seluruh persyaratan administratif dipenuhi sesuai ketentuan.

“Pemerintah daerah mendukung investasi, tapi prosedur harus dijalankan. Kami minta warga tetap tenang dan kembali ke rumah. Soal persoalan ini, Pemkab akan memfasilitasi mediasi antara PT Superior dan pihak ormas bersama Polres,” kata Tursiman.

Sementara itu, Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto menyatakan pihaknya menerjunkan sekitar 900 personel gabungan untuk mengamankan situasi dan memastikan aspirasi warga tersampaikan tanpa gangguan.

“Kami melakukan pengamanan agar kegiatan berjalan aman dan kondusif. Warga kami kawal dalam menyampaikan aspirasinya,” ujarnya.

Pantauan media, aksi warga Purwonegoro tersebut berlangsung tanpa insiden. Lalulintas sempat dialihkan dan setelah aksi berakhir jalan provinsi kembali terbuka.

Penulis: Tim Keadilan Hukum

Editor: Ramses