Study Banding Perangkat Dan BPD Desa Tambakan Blitar Ke TPS 3R Temas SAE Bersatu

IMG-20250208-WA0201

Kota batu – Kurang lebih 20 orang perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari desa Tambakan kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar melakukan Study Banding ke Kelurahan Temas Kecamatan Batu, Kota Batu pada Sabtu (8/2/2025) siang.

Study Banding ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas BPD dan perangkat desa dengan melihat langsung proses pengolahan sampah pada Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) ” Temas SAE Bersatu ” Kelurahan Temas.

Kepala Desa Tambakan Drs. Mohamad Mujib, menyampaikan bahwa dalam pemgolahan sampah di wilayahnya yang belum bisa dilakukan secara maksimal. ” Di tambakan itu masih banyak lahan-lahan kosong, jadi masih banyak sampah yang ditimbun dan dibakar “.

Asmuni, Ketua BPD Desa Tambakan menambahkan,” apa yang kami dapat dari Desa Temas ini akan menjadi acuan yang kita bawa ke desa kami. Jika memungkinkan akan kita ikuti, jika belum bisa maka kita mulai dari awal dulu dengan menyadarkan masyarakat tentang sampah bagaimana penanganannya, setelah itu nanti kita akan mendatangkan tenaga teknisnya dari Kota Batu “.

Terkait kesadaran masyarakatnya, menurut Asmuni kesadaran masyarakat Desa Tambakan sudah besar. ” Kesadaran masyarakat tentang sampah sebetulnya sudah besar, hanya saja bagaimana untuk membuang atau membawa sampah ke tempat sampah itu yang belum ada karena metodenya yang belum ada “.

Ditambahkannya, Desa Tambakan belum memiliki TPS 3R karena kurangnya pembiayaan. ” Untuk pembangunannya butuh biaya besar, tapi saat ini mulai dari tahap awal saja “.

Menyangkut anggaran desa, Kepala Desa Tambakan mengaku hanya memiliki ADD sebesar 700 juta pertahunnya. ” Dengan anggaran yang kami miliki, awal yang akan kami lakukan adalah penyediaan lahannya dulu, ” ungkap Mohamad Mujib kepada awak media.

Sementara itu, Lurah Temas Adi Santoso, ST menyambut baik kedatangan rombongan dari perangkat desa dan BPD tersebut.

” Kami tadi diskusi saling evaluasi, bertukar pikiran. Persoalan sampah memang kita harus terus berubah, pola pikir, sosialisasi ke masyarakat harus dilakukan. Penyiapan lahan serta sarana prasarana itu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing lokasi pengolahannya, tidak semua sama kebutuhannya, ” ujar Adi Santoso.

” Kami sampaikan tadi, yang penting lahan kita siapkan dulu, kalau lahan sudah siap maka pengolahan dapat dilakukan di lahan yang sudah disiapkan oleh desa, ” tambahnya.

TPS 3R yang ada di Kelurahan Temas sudah lama dibangun dengan anggaran dari kementrian bersamaan 2 tempat lainnya di Kota Batu.

” Penyadaran ke masyarakat itu penting, di Temas ini ada beberapa RW yang mandiri sampah, mengolah sampahnya sendiri tingkat RW masing-masing dengan harapan mengurangi timbunan sampah di Temas. Karena di Kota Batu yang paling banyak di Kelurahan Temas dan Kelurahan Sisir karena jumlah penduduknya banyak. Maka kami membagi agar di sinibtidak over capasity, kalau semuanya masuk ke TPS 3R maka tidak akan cukup dengan lahan yang seluas 500 meter ini tidak akan mampu dengan jumlah penduduk 18.500 jiwa, ” ungkap Adi Santoso.

Adi Santoso menegaskan, pihaknya siap mengirimkan tenaga teknisnya ke Desa Tambakan jika memang dibutuhkan.

(Ji)