PMI Kota Batu Tertinggal Dalam Unit Donor Darah (UDD) Dua Langkah

IMG-20250128-WA0120

Kota Batu – Menjelang pergantian pengurus, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu menggelar Musyarawah Kota Ke IV yang digelar di Hotel Selecta pada Selasa (28/1/2025) pagi.

Hadir dalam Muskot diantaranya, Pj Walikota yang diwakili Drs Supriyanto Asisten Bidang SDM, Polsek Bumiaji, Danramil Bumiaji, Kadinsos kota Batu MD. Furqon, Dinas Pendidikan, Camat Batu, Ketua Orari, Ketua Rapi, RS Karsa Husada, RS Etty Asharto, RS Baptis, RSAI Haji, RS Punten , PMI Jatim Dr. Edi Purwinanto , Kwarcab Pramuka Batu , DPRD Rosidah Erawati,Spd, serta Ketua PMI Kota Batu Punjul Santoso.

Agenda Musyawarah Kota untuk memilih Ketua PMI Kota Batu yang Baru. Kepada awak media, Supriyanto menegaskan bahwa pengurus PMI ke depan dapat mengedepankan kepentingan masyarakat.

” Harapannya, pertama, pengurus ke depan PMI mengedepankan kepentingan masyarakat, karena PMI adalah organisasi sosial kemasyarakatan, itu harus tegak lurus jati dirinya tidak mudah diseret ke ranah-ranah politik. Yang kedua, karena tegak lurus, pengurus itu tidak mudah terbeli,” ujar Supriyanto.

Dirinya menambahkan, banyaknya  potensi yang ada dalam PMI. ” Saya yakin potensi teman-teman jajaran pengurus yang saat ini banyak “.

Supriyanto berharap pengurus PMI baru dapat melanjutkan program yang sudah ada, dimana Kota Batu sebagai kota wisata sangat membutuhkan peran serta PMI.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI periode 2019-2024 Punjul Santoso menjelaskan belum adanya muncul nama calon ketua yang baru.

” Sampai hari ini belum muncul nama, karena di dalam AD/ART bahwa calon incumbent itu wajib untuk dicalonkan lagi. Untuk calon-calon yang lain harus mendapat persetujuan dari Ketua PMI provinsi. Oleh sebab itu saya berharap siapapun pemimpin yang menahkodai PMI ke depan ini harus memiliki jiwa Corsa PMI yang betul-betul PMI, ” kata Punjul kepada awak media.

Sementara itu, Sekretaris PMI Provinsi Jawa Timur Edi Purwinanto mengungkapkan bahwa kehadiran PMI dari waktu ke waktu memiliki satu progres yang dapat dirasakan masyarakat.

” Ujung tombak kita, kalau bicara provinsi adalah Kabupaten/Kota, sehingga dengan demikian setiap ada musyawarah kabupaten/kota kita selalu berpesan ke depan harus pandai-pandai melakukan inovasi apa yang harus dilakukan, ” ungkap Edi Purwinanto.

Dalam Muskot kali ini, Sekretaris PMI Jawa Timur ini berharap terdapat bekal-bekal yang akan dievaluasi peserta yang hadir.

” Dari evaluasi PMI Jawa Timur bahwa PMI Kota Batu itu adalah PMI yang ketinggalan dalam hal darah. Dalam Unit Donor Darah (UDD) ketinggalan dua langkah, yang pertama belum terbentuk UDD, dan kedua, yang sudah terbentuk itu sudah masuk dalam akreditasi, ” tambahnya.

Ditambahkannya, terdapat 23 PMI tingkat kabupaten/kota yang sudah terakreditasi. Hal ini diharapkan menjadi sebuah komitmen pengurus ke depan , Jawa Timur dapat terbentuk PMI di 38 kabupaten/kota.

(Ji)