Jalur Kereta Api Purwokerto – Wonosobo Akan Direaktivasi
Banjarnegara, lingkarmedia.com – Rencana pengaktifan kembali jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo jadi sorotan hangat. Banyak warganet menilai jalur lama ini penting untuk menghidupkan ekonomi daerah dan memperlancar distribusi hasil pertanian di Jawa Tengah.
Beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo, ternyata dulunya dilalui kereta api. Jalur kereta api ini membentang dari Purwokerto. Namun, jalur ini dinonaktifkan pada tahun 1978.
Sejarahnya pembangunan jalur kereta api menuju Wonosobo baru dimulai Belanda dengan keluarnya besluit tertanggal 22 Juni 1912 No. 12. Proyek ini masih dilanjutkan menuju Banjarnegara, yang selesai pada 18 Mei 1898, dan keseluruhan proyek dapat diselesaikan pada 7 Juni 1917.
Vice President Public Relations PT KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa rencana tersebut sudah tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2030 dan saat ini masih dalam proses kajian bersama Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, pembukaan jalur bisa dilakukan secara bertahap dengan kereta non listrik sambil menunggu kesiapan elektrifikasi. Jalur sepanjang 92 kilometer itu direncanakan menelan biaya Rp8,3 triliun dan akan mengaktifkan kembali 16 stasiun.
Proyek ini diperkirakan mampu mengangkut hingga 12 ribu penumpang per hari pada 2044. Pengamat transportasi Theresia Tarigan menilai reaktivasi jalur tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat truk besar di jalur darat Jawa Tengah.
Data Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Tengah mencatat, sepanjang 2023 terdapat lebih dari 9.400 pelanggaran truk ODOL (Over Dimension Over Load) di tujuh titik penimbangan kendaraan di provinsi tersebut.
Sementara itu, anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik, menyebut proyek ini akan memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan selatan dan tengah Jawa.
KAI menegaskan komitmennya untuk mengikuti hasil kajian dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional.
Redaksi








