Iran Balas Serang Israel, Pangkalan Militer AS di Kuwait, Bahrain dan UEA juga Jadi Sasaran
LINGKARMEDIA.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tak hanya melancarkan serangan pembalasan ke Israel, tapi juga pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Serangan balasan Iran terjadi di negara-negara yang menjadi basis pangkalan militer AS. Seperti dilaporkan Aljazirah, ledakan terdengar di Kuwait dan Bahrain.
Bahrain dalam keterangan telah mengkonfirmasi bahwa markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS telah menjadi sasaran serangan rudal Iran.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa asap terlihat dari daerah Juffair di Bahrain yang merupakan lokasi Pangkalan Angkatan Laut AS.
Al Jazeera Arabic melaporkan bahwa ledakan terdengar di Kuwait. Ledakan juga terdengar di Ibu Kota Uni Emirat Arab Abu Dhabi.
Serangan ini merupakan balasan Teheran dari operasi militer Israel dan AS terhadap Iran. Sebelumnya, Iran melakukan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar pada Senin (23/6/2025) malam.
Serangan itu merupakan respons atas pengeboman fasilitas nuklir Iran oleh AS pada akhir pekan lalu. Ledakan keras terdengar di langit Doha, ibu kota Qatar. Rekaman video yang beredar menunjukkan cahaya terang melintas di langit saat sistem pertahanan udara Qatar berupaya mencegat rudal-rudal yang datang.
Iran menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid, fasilitas militer terbesar milik AS di Timur Tengah. Al Udeid merupakan markas komando utama untuk seluruh operasi udara Amerika di kawasan tersebut. Sejumlah personel militer Inggris juga bertugas secara bergiliran di pangkalan ini.
Iran menyebut serangan ini sebagai pembalasan atas serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Sabtu malam.
“Pangkalan militer AS di kawasan bukanlah kekuatan, melainkan kerentanan,” demikian pernyataan dari Garda Revolusi Iran (IRGC), cabang militer terkuat negara itu.
Sementara itu, Pemerintah Qatar mengecam serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan serangan Iran sebagai “kejutan” dan “pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional”.
Penulis : Tim Ekopol
Editor: Ramses








