Iran Respon Melancarkan Serangan Balasan, 70 Rudal Jatuh di Israel

IMG-20260228-WA0151

LINGKARMEDIA.COM – Juru bicara pemerintah Iran kepada Reuters mengatakan akan melancarkan serangan balasan ke Israel dan Amerika Serikat, setelah dua negara tersebut pada Sabtu pagi (28/2/2026) menyerang beberapa kota termasuk Teheran secara tiba-tiba.

Pemerintah Iran mengatakan serangan balasan terhadap Israel dan AS akan dahsyat, tanpa merinci serangan seperti apa yang akan dilancarkan.

Setelah Israel menyerang Iran dengan menarget tempat tinggal Pemimpin Iran Khamaeni, seperti diberitakan kantor berita India Today, giliran militer Iran menyerang balik dengan meluncurkan 35 hingga 70 rudal ke wilayah Israel.

Serangan itu terjadi beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan resmi bahwa AS akan membantu rakyat Iran menggulingkan pemerintahannya.

“Semua aparat militer Iran sebaiknya menyerah dan meletakkan senjata segera atau kematian akan menghampiri Anda. Warga Iran ini saatnya kalian mengganti pemerintahan seperti yang anda inginkan. Amerika akan aktif membantu peralihan kekuasaan di Iran,” kata Trump dalam siaran langsung di YouTube.

Sebelumnya diberitakan juga beberapa ledakan besar terdengar di sejumlah kota utama Iran seperti Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan and Karaj setelah Israel dan Amerika Serikat mengumumkan serangan militer ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Al Jazeera, yang mengutip laporan dari media-media lokal Iran, menyebutkan serangan tersebut menyusul serangan rudal yang menghantam Teheran pada hari yang sama.

Sebelumnya Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi waktu setempat melancarkan serangan militer ke Iran. Sejumlah ledakan terdengar di Teheran, ibu kota negeri Persia tersebut

Dilansir dari Al Jazeera, beberapa rudal menghantam beberapa jalan utama di Teheran. Menurut kantor berita AP, beberapa ledakan terdengar di dekat kantor Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin Iran. Selain itu ledakan juga terjadi di utara Teheran, di area Seyyed Khandan.

Pejabat militer AS mengatakan serangan itu merupakan operasi bersama Israel dan AS. Dua negara mengerahkan pesawat tempur dalam jumlah besar, kapal perang termasuk dua kapal induk milik Pentagon.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan operasi itu merupakan preemptive attack yang dilancarkan untuk “memusnahkan ancaman terhadap negara Israel.”

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan operasi itu merupakan preemptive attack yang dilancarkan untuk “memusnahkan ancaman terhadap negara Israel.”

Sementara itu raungan sirene juga terdengar di Israel. Warga Israel diminta untuk waspada dan berjaga-jaga, khawatir Iran akan melakukan serangan balasan seperti yang sebelumnya terjadi pada pertengahan tahun 2025 lalu.

Otoritas penerbangan sipil Israel juga mengumumkan menutup wilayah udaranya untuk pesawat-pesawat penumpang. Warga juga dilarang untuk datang ke bandara.

Penulis : Tim Ekopol

Editor: Ramses