Hasil Pertanian Desa Giripurno Kuasai Pasar se Jawa Timur
Kota Batu, lingkarmedia.com – Memiliki banyak potensi yang ada, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji Kota Batu merupakan desa penghasil sayur mayur terbesar di Kota Batu. Selain pertanian, sesuai RPJMDes 2025 Desa Giripurno memiliki potensi sebagai desa budaya dan digital. Meski demikian, pertanian menjadi icon pertama dari desa ini.
Sebagai desa pertanian, Giripurno merupakan penghasil sayuran jenis sawi, brokoli dan lain-lain yang mampu mensuplai hampir keseluruhan kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Suntoro, Kepala Desa Giripurno saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Senin (28/7/2025), menerangkan potensi pertanian yang ada di desa yang dipimpinnya. Dirinya mengatakan, “Alhamdulillah kalau adesa Giripurno ini mensuplai untuk sayur mayur, wilayah Jawa Timur ini kayaknya sudah dikuasai orang Giripurno, banyak mensuplai pasar-pasar yang ada di Jawa Timur. Sayur mayur dari desa ini berupa sawi, kembang kol, brokoli, Thai ma, termasuk jagung manis dan banyak lagi”. Dengan penghasilan pertanian yang berlimpah ini, tidak heran jika Desa Giripurno dijuluki sebagai desa gudangnya sayur mayur.
Selain sebagai penghasil pertanian terbesar, sebutan sebagai desa budaya telah tersemat pada wilayah yang berada paling timur Kota Batu berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang.
Dalam upaya melestarikan budaya asli sebagai kearifan lokal, pemerintahan desa ini mengangkat budaya di semua kegiatan termasuk dalam kegiatan selamatan desa baru-baru ini.
“Dengan sebutan desa budaya ini, saya mengangkat semua budaya yang ada di Desa Giripurno, terutama kearifan lokal terkait dengan tingkah laku, perbuatan. Kemudian menggali apa yang telah dilakukan nenek moyang atau pendahulu-pendahulu untuk diangkat di semua kegiatan termasuk kemarin dalam selamatan desa dengan mengangkat budaya yang ada di Desa Giripurno. Hal ini sebagai salah satu “Gugah Lelakune si Mbah” yang berarti mengangkat kebiasaan nenek moyang”, ujar Suntoro kepada awak media.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang makin modern, Desa Giripurno mampu mengikuti perkembangan dan mengaplikasikan teknologi dalam pelayanan publiknya.
“Di bidang digital, Alhamdulillah kami di bidang administrasi bisa melayani masyarakat semaksimal mungkin. Dalam surat menyurat yang diinginkan warga tanpa ada pungutan apapun, semuanya gratis dan tidak dibebani hal-hal yang membebankan masyarakat saya”, ungkapnya.
Saat ini Desa Giripurno memiliki program-program untuk mendukung desa digital seperti dalam pembuatan e-KTP, Kartu Keluarga (KK) serta perizinan lainnya cukup melalui desa yang tidak memakan waktu lama.
(Ji).








