Apartemen Terbakar: 36 Tewas, Ratusan Dievakuasi. Korban PMI Masih Dikonfirmasi
LINGKARMEDIA.COM – Kebakaran apartemen di kawasan Tai Po, New Territories Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025), menyebutkan jumlah korban tewas telah mencapai 36 orang. Saat malam tiba, kobaran api dan asap tebal terlihat membeludak dari jendela gedung dan ratusan penghuni dievakuasi.
Laporan awal menunjukkan adanya korban jiwa dari PMI, namun jumlah pastinya masih belum dikonfirmasi.

Kebakaran terjadi Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 15.00 waktu Hong Kong. lokasi kebakaran di Kompleks perumahan padat bernama Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong. Kompleks ini terdiri dari delapan menara apartemen bertingkat tinggi (31 lantai).
Tai Po dikenal sebagai area pinggiran kota dekat perbatasan Shenzhen, China. Perancah bambu adalah hal umum dalam pembangunan dan renovasi bangunan di Hong Kong, meski pemerintah mulai mempertimbangkan pelarangan penggunaannya untuk proyek publik karena alasan keamanan.
Penyelidik mengatakan mereka sedang memeriksa apakah bahan yang digunakan pada dinding luar gedung memenuhi standar ketahanan api, karena kecepatan penyebaran api dianggap tidak biasa. Pejabat menyebutkan bahwa api awalnya berasal dari perancah luar gedung setinggi 32 lantai, lalu masuk ke dalam bangunan sebelum merembet ke gedung lain, kemungkinan diperburuk kondisi angin kencang.
Petugas pemadam kebakaran, sudah di lokasi dan ratusan warga dievakuasi, dan tempat penampungan sementara dibuka oleh pemerintah.
Dinas pemadam kebakaran mengatakan bahwa api di tiga gedung mulai terkendali lewat tengah malam, namun kondisi masih sangat sulit. Kompleks apartemen itu terdiri dari delapan bangunan dengan hampir 2.000 unit yang dihuni sekitar 4.800 orang, termasuk banyak lansia. Gedung-gedung tersebut dibangun pada 1980-an dan sedang menjalani renovasi besar.
Suhu ekstrem menyulitkan tim penyelamat masuk ke dalam gedung. Api dengan cepat menyelimuti perancah bambu dan jaring proyek renovasi yang terpasang di fasad bangunan. Sekitar 900 orang sudah dievakuasi ke tempat penampungan sementara.
Pihak berwenang mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran, polisi, dan tenaga medis. Lebih dari 140 mobil pemadam dan lebih dari 60 ambulans disiagakan. Kebakaran ini diklasifikasikan sebagai alarm level 5, kategori paling serius di Hong Kong.
Dari informasi sementara menyebutkan sedikitnya 36 orang meninggal dunia. Laporan sebelumnya bervariasi antara 4 hingga 13 korban jiwa seiring perkembangan situasi.
Sekitar 29 orang dilaporkan terluka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis akibat luka bakar parah.
Salah satu korban tewas yang telah dikonfirmasi adalah seorang petugas pemadam kebakaran. Pihak berwenang belum merilis nama-nama korban secara detail kepada publik.
Mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ikut menjadi korban, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah pasti PMI dalam insiden kebakaran di Tai Po.
Dari media sosial menunjukkan keprihatinan komunitas PMI di Hong Kong, tetapi tidak ada rincian korban dari kalangan mereka dalam kejadian spesifik ini.
Kebakaran ini menjadi yang paling mematikan sejak 1996, ketika 41 orang meninggal dalam kebakaran gedung komersial di Kowloon yang berlangsung selama 20 jam.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong sudah mengetahui insiden kebakaran ini dan memberikan informasi terkini dan bantuan jika ada WNI atau PMI yang terdampak.
Penulis: Umi Sudarto
Editor: Panji








