PMI Asal Grobogan Jadi Korban Kebakaran Apartemen di Hong Kong

IMG_20251206_174632

LINGKARMEDIA.COM – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, adalah salah seorang korban tewas dalam peristiwa kebakaran apartemen di Hong Kong. Jasad Yasmiati, warga Desa Guyangan, Kecamatan Godong tu ditemukan di reruntuhan apartemen yang ludes terbakar.

Kabar duka ini diterima Karnoto, keluarga korban Yasmiati dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan PJTKI resmi, Selasa (2/12/2025) malam.

“Jasad Yasmiati telah ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di dalam gedung apartemen di Hong Kong. Jenazah Tenaga Migran asal Grobogan, Jawa Tengah, saat ini berada di kamar mayat rumah sakit Hong Kong untuk menunggu proses persetujuan dari pihak keluarga di Grobogan, Jawa Tengah, untuk dilakukan autopsi,” kata Wahyu, Kamis (4/12/2025).

Disnakertrans Grobogan membenarkan  bahwa PMI atas nama Yasmiati, 43 tahun, sebagai korban kebakaran Apartemen Wang Fuk Court di Hongkong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Disnakertrans Grobogan Teguh Harjokusumo menyampaikan kabar duka itu pada Selasa, 3 Desember 2025, usai menerima laporan resmi dari pihak penyalur yakni PT Pelita Karya Juhari.

Identitas korban dipastikan setelah foto dari agensi di Hongkong diperlihatkan kepada suami, yang mengenali ciri fisik Yasmiati.

Disnakertrans Grobogan menyebut Yasmiati berangkat ke Hongkong melalui jalur resmi P3MI, sehingga seluruh data ketenagakerjaan korban tercatat lengkap. Selama bekerja sejak 2023, Yasmiati menjalani tugas sebagai asisten rumah tangga pada majikan yang tinggal di Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po.

Di tengah suasana duka dan syok pasca kabar kematian sang istri, Karnoto mengungkapkan bahwa ia dan keluarga diteror oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai petugas dari lembaga pemerintah dan penyalur tenaga kerja.

Para oknum ini terus menelpon dan mendatangi rumah korban dengan dalih menawarkan jasa untuk membantu mempercepat proses pemulangan jenazah.

Mereka mengarahkan keluarga Yasmiati untuk selalu berkoordinasi dengan petugas resmi Pemerintah dan mengabaikan semua tawaran jasa liar tersebut.

Pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak pernah menugaskan pihak selain petugas resmi Kemenlu maupun PJTKI yang memberangkatkan korban untuk mengurus pemulangan.

Hingga kini Disnakertrans Grobogan menunggu informasi resmi dari KJRI Hongkong sambil menunggu proses visum serta kelengkapan dokumen pemulangan jenazah selesai.

Jumlah korban tewas akibat kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade ada 159 jiwa setelah seluruh blok hunian yang terdampak berhasil diperiksa. Polisi menegaskan angka tersebut masih dapat berubah karena petugas menemukan sejumlah “dugaan sisa-sisa tulang manusia” yang masih menunggu uji forensik.

Penulis: Umi Sudarto & Tim Pantau PMI

Editor: Ramses