Aksi Tuntut Bupati Pati Mundur Ricuh, Demonstran Beri Waktu 3 Hari
Kabupaten Pati, lingkarmedia.com – Ribuan warga Kabupaten Pati Jawa Tengah menggelar unjuk rasa menuntut Bupati Pati, H. Sudewo, S. T, M. T mundur dari jabatannya. Ribuan warga yang tergabung dalam beberapa elemen masyarakat ini memadati kawasan alun-alun Simpang Lima Pati hingga depan Kantor DPRD kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025) siang.
Massa yang mendesak Bupati Pati keluar menemui mereka, namun hingga satu jam tak kunjung datang memicu kemarahan massa. Sekira pukul 11.30, massa mulai memanas dan melakukan pelemparan ke Kantor Bupati dan DPRD yang mengakibatkan kerusakan.

Ketegangan mulai memuncak saat aparat keamanan menembakan gas air mata dan water cannon arah massa. Namun demikian ribuan demonstran merangsek mendekati pendopo kabupaten dan bentrok dengan aparat keamanan pun tidak dapat terhindari. Kemarahan para demonstran semakin tak terkendali hingga terjadi kerusakan.
Kapolresta Pati, Kombes Jaka Wahyudi saat ditemui awak media di pendopo mengatakan, “semakin siang situasi tidak kondusif, disinyalir ada kelompok-kelompok yang menyusup dalam aksi”.
Ditambahkannya, jumlah personil yang diturunkan sebanyak 2.684 personil gabungan dari 14 Polres, TNI dan Satpol PP.
Setelah beberapa jam kemudian, Sudewo akhirnya muncul di hadapan massa. Kemunculannya ini disambut teriakan serta pelemparan botol air mineral hingga sandal ke arah Bupati Pati ini.
Menurut informasi didapat awak media, pihak DPRD akan menggunakan hak angketnya untuk menanggapi tuntutan demonstran.
Terdapat 14 point tuntutan, diantaranya massa demonstran menuntut dan mendesak DPRD Kabupaten Pati serta Mendagri untuk segera memakzulkan Bupati Sudewo dari jabatannya, massa aksi memberikan batas waktu paling lama 3 hari sejak aksi ini berlangsung.
(Kontributor : Azis)








