Jenazah PRT Indonesia Korban Kebakaran di Hong Kong Dipulangkan, 8 Lainnya Menyusul
LINGKARMEDIA.COM – Jenazah Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran Indonesia Novita, 33 tahun, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta pada hari Minggu. Sementara itu, jenazah Maryan Esteban (40), satu-satunya PRT Migran Filipina yang tewas dalam kebakaran tersebut, tiba di Filipina pada hari Sabtu.
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jenazah PRT Migran tersebut, yang diidentifikasi sebagai atas nama Novita, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 11 malam hari Minggu dan diserahkan kepada keluarganya di kabupaten Indramayu, provinsi Jawa Barat.
Menurut Kantor Manajemen Pemakaman Muslim di Hong Kong, mereka mengadakan doa pada Minggu pagi untuk seorang PRT Indonesia bernama Novita (33) yang tewas dalam kebakaran. Kematiannya disebutkan dalam sebuah pernyataan dari pemerintah Indonesia pada 28 November.

Sementara itu, jenazah Maryan Esteban (40), satu-satunya PRT Filipina yang tewas dalam kebakaran tersebut, tiba di Filipina pada Sabtu malam, menurut Administrasi Kesejahteraan Pekerja Luar Negeri (OWWA).
Mendiang Novita adalah salah satu dari sembilan PRT Migran Indonesia yang tewas dalam kebakaran besar di Blok Wang Fuk pada akhir November, menghanguskan tujuh dari delapan blok di kawasan perumahan Tai Po Hong Kong.
LSM Hong Kong Forget Thee Not, yang menyediakan layanan pemakaman, memposting di Facebook bahwa ketuanya, Fan Ning, secara pribadi mengantar jenazah ke Bandara Internasional Hong Kong.
Setelah tiba di Indonesia, jenazah diterima oleh Palang Merah Indonesia untuk diteruskan pemulangannya ke kampung halaman korban, tambah LSM tersebut.
Forget Thee Not menggambarkan ketuanya memiliki ikatan unik dengan Indonesia, karena ibunya adalah orang Tionghoa kelahiran Indonesia dan dia sering mengunjungi negara itu sejak kecil untuk menemui kerabatnya.
Fan menegaskan bahwa PRT adalah anggota penting dari keluarga-keluarga di Hong Kong dan harus diperlakukan dengan perhatian yang sama seperti kerabat dan teman-teman mereka, menurut postingan Facebook tersebut.
Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengatakan bahwa jenazah delapan warga negara Indonesia lainnya yang tewas dalam kebakaran itu akan dipulangkan akhir minggu ini, antara Selasa dan Kamis.
Biaya pemulangan delapan jenazah PRT Migran Indonesia akan dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian, sementara satu akan ditanggung oleh majikan korban.
Pahlawan Perempuan
Sekretaris Pekerja Migran Filipina Hans Leo Cacdac dan Administrator OWWA Patricia Yvonne Caunan hadir ketika jenazah Esteban tiba di negara itu pada Sabtu malam.
Cacdac, yang terbang ke Hong Kong beberapa hari setelah kebakaran itu, mengunggah foto kedatangan jenazah Esteban di media sosial, menyebutnya sebagai ‘Pahlawan Perempuan’.
OWWA mengatakan pihaknya membantu mengkoordinasikan dan memastikan proses repatriasi yang lancar serta bantuan segera bagi keluarga pekerja migran.
“Di masa kesedihan dan berkabung ini, kami ingin menyampaikan bahwa keluarganya tidak sendirian. OWWA dan seluruh bangsa Filipina berdiri bersama Anda”, tulis OWWA di Facebook dalam bahasa Tagalog.
Menurut Departemen Tenaga Kerja Hong Kong, ada sekitar 130 PRT Migran dipekerjakan di kawasan Wang Fuk pada saat kebakaran. Jumlah yang menurun dimana sebelumnya ada 235 orang PRT yang disediakan konsulat jenderal Filipina dan Indonesia.
Sebanyak empat orang PRT Migran – seorang Filipina dan tiga orang Indonesia – terluka dalam kebakaran tersebut, menurut penghitungan dari otoritas Filipina dan Indonesia.
Konsulat jenderal Indonesia mengatakan kepada HKFP pada hari Senin bahwa warga negara Indonesia yang terkena dampak telah diidentifikasi, dan tidak ada yang belum diketahui.
Pekerja yang terluka
Rhodora Alcaraz Tuñacao, yang dirawat di unit perawatan intensif, sudah kembali ke rumahnya di Filipina pada hari Rabu setelah rencana awalnya akan pulang pada 12 Desember.
Presiden Ferdinand Marcos Jr secara pribadi menyambutnya di Bandara Internasional Ninoy Aquino.
Seorang PRT Migran Indonesia, yang juga dirawat di rumah sakit setelah kebakaran, kembali ke desanya di kabupaten Tulungagung, provinsi Jawa Timur, minggu lalu, kata Mukhtarudin, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Keluarga PRT Migran yang tewas dalam kebakaran tersebut akan menerima bantuan keuangan dengan total hampir HK $ 800.000, demikian pengumuman pemerintah Hong Kong sebelumnya.
Ketika kebakaran terjadi pada 26 November, Kawasan Wang Fuk sedang menjalani renovasi besar-besaran, dengan perancah bambu dan jaring menutupi fasad semua blok. Pihak berwenang yakin bahwa papan busa dan jaring konstruksi, yang gagal mematuhi standar keselamatan kebakaran, berkontribusi pada penyebaran api dengan cepat.
Pada hari Sabtu, polisi memperbarui data jumlah korban tewas menjadi 161 orang setelah pengujian forensik mengonfirmasi bahwa ada jenazah sebenarnya mengandung DNA dari dua orang. Komisaris Polisi Joe Chow mengatakan, kepolisian tidak dapat mengesampingkan peningkatan lebih lanjut dalam jumlah korban jiwa karena penyelidikan forensik masih terus berlanjut.
Penulis: Umi Sudarto
Editor: Ramses








