Bendera Merah Putih Sepanjang 80 Meter Berkibar Di Gunung Bokong

IMG_20250817_155047

Kota Batu, lingkarmedia.com – Sebanyak kurang lebih 800 orang mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan HUT RI ke-80 di area pegunungan Gunung Kawi puncak Gunung Bokong dengan pada Minggu (17/8/2025) pagi.

Acara yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB ini peserta upacara terdiri dari para pendaki gunung, PT. Manggala Teknologi Nusantara sebagai pengelola pendakian Gunung Bhutak, Panderman, Bokong, anggota LMDH/LPHD Desa Pesanggrahan Kota Batu, Perhutani KPH Malang, Penggiat Budaya, perangkat desa, pelajar SD dan SMP  serta masyarakat sekitar.

Dalam acara peringatan ini, berlangsung pemasangan dua Bendera Merah Putih sepanjang 72 dan 80 meter. Peserta upacara serentak melakukan pendakian dari Pos Tiket pendakian menuju lokasi upacara sejauh 1 kilo meter dengan jarak tempuh 1 jam perjalanan.

Usai upacara, perwakilan Kepala Sub Perhutani Malang Barat, Talis Raharjo kepada awak media menjelaskan pelaksanaan upacara bendera ini dilaksanakan atas kerjasama antara Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Hutan Desa (LMDH) Desa Pesanggrahan, pengelola tiket pendakian PT. MTN dan Pemerhati Budaya

“Kami bersama elemen masyarakat melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-80 yang tahun ini mengusung tema Bersatu, Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju. Mudah-mudahan dengan upacara ini yang diikuti banyak berbagai kalangan dari usia muda ini menumbuhkan rasa mencintai NKRI dan mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif dengan pendakian yang memiliki jiwa korsa disiplin dan upaya memelihara kesehatan”, ungkap Talis Raharjo.

Menurutnya, pendakian saat ini tengah menjadi life style, dimana masyarakat mencintai wisata alam dengan mendaki. “Selain dapat menghirup udara segar juga mendapatkan suasana yang betul-betul fress untuk bekal masing-masing dalam menjalani hidup”, tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pemerhati Budaya Nusantara Galuh Purba Bumi Perdikan Batu,  Robiyan berharap dengan kegiatan upacara bendera ini negara dan bangsa tetap menjaga kerukunan ya.

“Mudah-mudahan dengan upacara bendera ini negara, bangsa Nusantara ini tetap rukun, tidak ada musibah yang besar dan mudah-mudahan tetap gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo untuk semuanya”, ujar Robiyan saat ditemui awak media.

Pelaksanaan upacara bendera di area pegunungan ini menurut Robiyan merupakan acara sakral. “Gunung Panderman ini merupakan salah satu gunung yang sakral, Panderman itu Panderman kita ini menderma atau mendermakan atau mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena lingkungan yang ada di atas gunung ini sampai lereng bawah pun harus dijaga kelestarian dan kebersihannya, mencintai lingkungan itu berawal dari jiwa kita sendiri”.

Upacara bendera yang awal dilaksanakan ini, menurut Singgih Akbar yang merupakan tim lapangan tiket pendakian mewakili tim base camp gunung Panderman – Bokong mengaku mendapatkan antusias besar dari para pendaki.

Singgih mengatakan, “Alhamdulillah antusias peserta upacara sangat besar. Gunung Bokong ini sudah menjadi iconik nya untuk pendakian keluarga serta kalangan umur. Ketika ada dibuka pendakian di gunung bokong ini berdampak pada semuanya masyarakat umum baik pelaku usaha di sini juga teman-teman ojek. Semoga  ke depannya untuk teman-teman pendaki tetap menjaga lingkungan, kondisi lingkungan yang bersih”.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua LMDH, Ahmad Saefudin memberikan apresiasi pelaksanaan pengibaran bendera di gunung Bokong. “Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi kita untuk lebih mencintai tanah air. Alhamdulillah kegiatan ini lancar, sukses dan berjalan dengan baik. Harapannya ke depannya event ini akan kami upayakan lebih baik  dari tahun ini, melihat antusias para pendaki dan elemen masyarakat serta pecinta alam sangat tinggi sekali”.

Ditambahkannya, bahwa event ini akan menjadi agenda tahunan yang dilakukan tiap tahun di kawasan pegunungan Gunung Kawi.

(Ji)