Universitas BSI Gelar Sosialisasi K3 pada Event Budaya Betawi untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

IMG-20260601-WA0251

LINGKARMEDIA.COM – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sukses menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Event Budaya Betawi untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan pada Sabtu, (30/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Gede Aditya’s, Jalan Gaga Utama No. 38 B RT 007/03, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dan bekerja sama dengan Seniman Intelektual Betawi (SIB).

Baca juga: https://lingkarmedia.com/musium-cilik-destinasi-edukasi-baru-di-wdk-tulungrejo-kota-batu/

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku seni budaya mengenai pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya dan pariwisata.

Acara dibuka oleh perwakilan Universitas Bina Sarana Informatika dan Ketua Umum Seniman Intelektual Betawi (SIB), Tahyudin Aditya, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi akademisi dalam memberikan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat budaya saat ini.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Ketua Umum Seniman Intelektual Betawi (SIB), Tahyudin Aditya, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bina Sarana Informatika atas kepeduliannya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku budaya melalui edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kegiatan ini sangat penting karena event budaya bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tetapi juga memastikan seluruh pelaku, panitia, dan pengunjung dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kami berharap kolaborasi antara komunitas budaya dan perguruan tinggi seperti UBSI dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event budaya Betawi yang profesional, aman, dan mampu mendukung pariwisata berkelanjutan,” ujar Tahyudin Aditya.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Ia juga menambahkan bahwa penerapan prinsip K3 dalam berbagai kegiatan budaya akan membantu menciptakan standar penyelenggaraan acara yang lebih baik, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap event-event budaya yang diselenggarakan oleh komunitas lokal.

Kegiatan ini dihadiri oleh seniman perfilman, aktor, seniman mural, penari internasional, pemilik Rumah Creative Cinema, dan pemilik usaha Bumi Budaya Bestari Indonesia.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Ketua Pelaksana kegiatan, Donna Ekawaty, ST., M.MPar, menjelaskan bahwa penerapan K3 pada event budaya merupakan aspek penting yang sering kali belum mendapatkan perhatian maksimal. Padahal, keamanan pengunjung, pelaku seni, panitia, serta masyarakat sekitar menjadi faktor utama dalam menciptakan kegiatan budaya yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku budaya dan penyelenggara event dapat memahami potensi risiko yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kegiatan serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Dengan demikian, event budaya dapat berlangsung aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh pihak,” ujar Donna Ekawaty.

Materi sosialisasi disampaikan oleh tim dosen UBSI, yaitu Dr. Ir. Taufik Baidawi, M.Kom dan Dr. Heri Kuswara, M.Kom, yang membahas berbagai aspek K3, mulai dari identifikasi bahaya, manajemen risiko, prosedur tanggap darurat, hingga pentingnya budaya keselamatan dalam setiap kegiatan masyarakat dan pariwisata.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta dari komunitas budaya, seniman, pengelola kegiatan masyarakat, serta anggota organisasi Seniman Intelektual Betawi.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai penerapan standar keselamatan pada kegiatan seni dan budaya yang selama ini mereka selenggarakan.

Program ini juga didukung oleh mahasiswa UBSI yang terlibat sebagai anggota pelaksana, yaitu Fredrieck van Schenck, Nicolas Armando, Ahmad Abdul Majid, dan Muthia Novianti, sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Bina Sarana Informatika berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan penyelenggaraan event budaya yang lebih aman, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Penulis: Dasep Juarsa

Editor: Ramses