UBSI Gelar IT Bootcamp 2026, Cetak Talenta Digital Unggul Lewat Cloud Computing dan Inovasi AI
LINGKARMEDIA.COM – Kemampuan memanfaatkan teknologi cloud computing kini menjadi salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki generasi muda di tengah pesatnya transformasi digital. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menggelar IT Bootcamp 2026 bertajuk Empowering Digital Innovation Through Cloud Technology.
Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Asyana Hotel Sentul, Bogor, ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman teknologi informasi sekaligus mengembangkan solusi digital inovatif yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Ketua Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak UBSI, Dr. Ir. Taufik Baidawi, M.Kom, menegaskan bahwa penguasaan cloud computing merupakan bekal penting bagi calon talenta digital agar mampu bersaing di era industri berbasis teknologi.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi solusi nyata.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri,” ujar Taufik saat membuka kegiatan.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dari akademisi maupun praktisi industri yang memiliki pengalaman di bidang teknologi digital. Salah satu sesi utama menghadirkan Prasidya Pramadresana Saftari dari Indonesia Cloud Community dan Cerulean Studio.
Dalam sesi tersebut, Prasidya membahas implementasi teknologi cloud dalam pengembangan aplikasi modern, mulai dari infrastruktur, efisiensi pengelolaan data, hingga peluang karier yang terbuka luas di industri digital saat ini.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Tak hanya teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung menggunakan Google Cloud Platform (GCP). Pada sesi ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana layanan cloud dapat digunakan untuk membangun aplikasi yang scalable, efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan industri masa kini.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa belajar mengintegrasikan berbagai layanan seperti penyimpanan data, komputasi, hingga analisis data berbasis cloud untuk menciptakan sistem yang lebih adaptif.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Selain fokus pada teknologi, UBSI juga menekankan pentingnya pengalaman pengguna dalam pengembangan aplikasi. Hal ini disampaikan oleh Jenie Sundari, M.Kom, dosen Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak UBSI, melalui materi bertajuk User Friendly for Applications.
Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep User Interface (UI) dan User Experience (UX). Mahasiswa diajak memahami bagaimana kemudahan navigasi, konsistensi tampilan, aksesibilitas, responsivitas, serta efisiensi penggunaan menjadi faktor penting dalam menciptakan aplikasi yang nyaman dan efektif digunakan.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Menurut Jenie, teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat maksimal jika pengguna kesulitan dalam mengoperasikannya.
Sementara itu, dosen UBSI lainnya, Sifa Fauziah, M.Kom, memberikan materi mengenai teknik presentasi yang efektif. Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa mampu menyampaikan hasil pengembangan proyek mereka secara profesional di hadapan dewan juri maupun calon investor.
Materi yang diberikan mencakup penyusunan alur presentasi, teknik komunikasi yang baik, pengelolaan waktu, penggunaan media pendukung, hingga strategi menjawab pertanyaan dengan percaya diri.
Sebelum mengikuti bootcamp, mahasiswa juga telah menjalani proses pendampingan intensif selama kurang lebih satu bulan bersama dosen pembimbing. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mematangkan ide dan menyempurnakan konsep yang nantinya dikembangkan menjadi solusi digital berbasis cloud.
Hasil dari proses pendampingan tersebut kemudian dipresentasikan pada akhir kegiatan. Beragam karya inovatif ditampilkan oleh mahasiswa, menunjukkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan cloud computing, Artificial Intelligence (AI), dan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Dosen pendamping IT Bootcamp, yaitu Sifa Fauziah, M.Kom, Jenie Sundari, M.Kom, dan Musriatun Napiah, M.Kom, mengapresiasi kreativitas serta semangat inovasi mahasiswa.
Mereka menilai karya-karya yang dihasilkan membuktikan bahwa teknologi tidak hanya sekadar alat, tetapi juga dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab berbagai persoalan nyata di berbagai sektor.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi mahasiswa, UBSI juga berkomitmen memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi karya-karya terbaik. Langkah ini diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi ke tahap yang lebih luas.
Pada ajang IT Bootcamp 2026, penghargaan juara pertama berhasil diraih oleh tim QurbanCheck, sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk membantu pengelolaan peternakan dan hewan kurban secara terintegrasi. Sistem ini mampu mengelola data identitas ternak, usia, berat badan, kondisi kesehatan, hingga status ketersediaan hewan kurban secara efektif.
Sementara juara kedua diraih oleh tim BSI AI Notebook, aplikasi pembelajaran berbasis web yang menyediakan modul digital, digital notebook, fitur pencarian materi, serta chatbot berbasis AI untuk mendukung proses belajar mahasiswa secara mandiri dan interaktif.
Adapun juara ketiga diraih oleh tim Agrilens, aplikasi berbasis cloud computing dan AI yang mampu mendeteksi penyakit pada daun tanaman hortikultura melalui analisis citra digital secara cepat dan real-time. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menekan risiko gagal panen.
Menutup kegiatan, Taufik Baidawi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan semangat yang telah ditunjukkan selama bootcamp berlangsung.
“Melalui IT Bootcamp ini, kami ingin menciptakan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Cloud computing, artificial intelligence, dan kemampuan komunikasi merupakan kompetensi yang harus dimiliki talenta digital masa depan,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan IT Bootcamp 2026, Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak UBSI terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman serta berpotensi memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Penulis: Dasep Juarsa
Editor: Samsu








