Karnaval Gebyar PAUD Kota Batu, Kenalkan Budaya dan Potensi Lokal Sejak Dini
Kota Batu, Lingkarmedia.com – Ribuan anak didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kota Batu memeriahkan Karnaval Gebyar PAUD dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti sekitar 4.000 anak didik dari 98 RA/TK ABA se-Kota Batu. Para peserta tampil dengan beragam kostum dan membawa tema budaya, pertanian lokal hingga kekayaan budaya nasional.
Karnaval Gebyar PAUD ini menjadi momentum istimewa bagi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Batu. Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan agenda pertama yang kembali digelar setelah kurang lebih tujuh tahun vakum.
Ketua panitia sekaligus Ketua IGTKI Kota Batu, Titik Uminarti, S.Pd. AUD, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman pendidikan di luar lingkungan sekolah sekaligus mengenal berbagai potensi yang ada di Kota Batu.

“Karnaval Gebyar PAUD/RA/TK ABA se-Kota Batu ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkontribusi pada pendidikan PAUD di Kota Batu pada umumnya dan pembangunan Kota Wisata Batu,” ungkap Titik Uminarti.
Menurutnya, konsep karnaval tidak sekadar menghadirkan kemeriahan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Setiap kontingen diberikan kesempatan menampilkan berbagai unsur budaya dan pertanian sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi anak usia dini.

“Pada Gebyar ini, semua kontingen menampilkan budaya, pertanian lokal maupun nasional. Ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak sejak dini agar mencintai budaya sendiri,” ujarnya.
Titik berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun. Ia juga berharap Pemerintah Kota Batu terus memberikan dukungan dan fasilitas agar kegiatan pendidikan bagi anak usia dini dapat berkembang.
“Harapan kami untuk tahun-tahun ke depannya kami tetap disupport, difasilitasi, diberi keleluasaan untuk memberikan pendidikan PAUD agar anak-anak lebih mencintai budayanya,” imbuhnya.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Kemeriahan Karnaval Gebyar PAUD turut mendapat sambutan dari Pemerintah Kota Batu. Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H., bersama istri hadir menyambut para peserta. Sejumlah pejabat dan unsur kewilayahan juga tampak hadir, di antaranya Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Danramil Batu, serta Camat Batu, Junrejo dan Bumiaji.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mohammad Nur Adhim, AP., M.AP., berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi anak-anak.
Ia menilai momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi sejak usia dini.

“Kami berharap ini bisa menjadi rutinitas pendidikan bagi anak agar dapat terilhami dari perjuangan kemerdekaan bangsa ini,” ujar Adhim.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Sementara itu, anggota DPRD Kota Batu Komisi B, Sujono Djonet, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karnaval Gebyar PAUD. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai edukasi karena dapat memperkenalkan berbagai potensi Kota Batu kepada anak-anak sejak usia dini.
“Hal ini digelar yang tujuannya adalah mulai usia dini anak-anak mengenal dan mencintai potensi yang ada di Kota Batu. Sehingga kelak anak-anak kita ini menjadi generasi harapan, baik petani milenial maupun pengusaha di bidang-bidang yang mendukung dan mensupport potensi kekayaan Kota Batu,” kata Sujono Djonet.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Ia menegaskan, kegiatan karnaval tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai ajang hiburan atau kemeriahan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, budaya dan potensi daerah.

“Ini sebagai edukasi, bahwa ini bukan ajang foya-foya, hura-hura. Akan tetapi semangatnya dalam menanamkan kecintaan kepada lingkungan, terutama di Kota Batu,” tegasnya.
Sujono menilai keterlibatan ribuan anak dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk gerakan bersama untuk mengenalkan kekayaan Kota Batu sejak dini. Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap potensi daerah.
“Ini bagus sebagai gerakan massal di mana Pemerintah Kota Batu hadir melalui Dinas Pendidikan untuk menanamkan sejak usia dini,” pungkasnya.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Dengan mengangkat unsur budaya, pertanian dan potensi daerah, Karnaval Gebyar PAUD Kota Batu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap budaya, lingkungan dan daerahnya.
Kehadiran sekitar 4.000 anak dari 98 lembaga pendidikan juga menunjukkan besarnya antusiasme satuan PAUD di Kota Batu untuk kembali menghadirkan kegiatan bersama. IGTKI Kota Batu pun berharap Gebyar PAUD dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari agenda pendidikan serta perayaan kemerdekaan di Kota Batu setiap tahunnya.
Penulis : Samsu
Editor: Ramses








