Jaranan Turonggo Krido Sayekti Meriahkan Selamatan Dusun Sabrang Bendo
Kota Batu, Lingkarmedia.com – Suasana Selamatan Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, semakin semarak dengan digelarnya pertunjukan seni budaya Jaranan Turonggo Krido Sayekti, Senin (7/9/2026) malam.
Memasuki hari keempat rangkaian kegiatan selamatan dusun, warga Sabrang Bendo bersama Kepala Dusun, tokoh masyarakat, serta tokoh budaya berkumpul untuk menyaksikan kesenian tradisional yang dibawakan oleh Sanggar Seni Tari NYI Dariman pimpinan Sunariyo.
Pertunjukan jaranan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Selamatan Dusun Sabrang Bendo yang berlangsung hingga Selasa (8/9/2026). Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya warga dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sejak malam hari, masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan. Kesenian Jaranan Turonggo Krido Sayekti menghadirkan nuansa tradisional yang kental sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan sosial antar warga.

Selamatan Dusun Sabrang Bendo sendiri merupakan tradisi tahunan yang memiliki makna penting bagi masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur warga atas berbagai limpahan alam, terutama keberadaan sumber air yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Tradisi tersebut juga menjadi simbol harapan masyarakat agar kehidupan warga senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, ketenteraman, serta kesejahteraan. Konsep Gemah Ripah Loh Jinawi menjadi salah satu nilai yang terus dijaga melalui pelaksanaan tradisi tersebut.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Kepala Dusun Sabrang Bendo, Titin Hikmah Handayani, menjelaskan bahwa prosesi selamatan sumber air merupakan bagian dari adat dan budaya leluhur yang sudah dilakukan masyarakat secara turun-temurun.
Menurut Titin, pelaksanaan selamatan tersebut tidak terlepas dari amanat para sesepuh yang telah diwariskan kepada generasi penerus. Tradisi itu kemudian terus dijalankan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan peninggalan leluhur.

“Ini adat budaya dari sesepuh kita dulu dan kami mendapatkan amanat pada bulan sembilan tanggal lima selamatan air ada pagelaran wayang kulit,” ungkap Titin.
Rangkaian kegiatan selamatan dusun tersebut tidak hanya menghadirkan kesenian Jaranan. Sebelumnya maupun dalam rangkaian kegiatan berikutnya, masyarakat juga menggelar berbagai kegiatan budaya yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Sabrang Bendo.
Menurut Titin, keberadaan kesenian tradisional dalam kegiatan selamatan juga memiliki arti penting. Selain sebagai hiburan masyarakat, pertunjukan seni budaya menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan kesenian tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Generasi muda pun diharapkan dapat mengenal berbagai kesenian dan tradisi yang berkembang di lingkungannya. Dengan demikian, warisan budaya tersebut tidak berhenti pada satu generasi, tetapi dapat terus diwariskan kepada anak cucu.
Tidak Berkaitan dengan Polemik Sumber Air
Di sisi lain, pelaksanaan selamatan dusun kali ini sempat dikaitkan dengan polemik sumber mata air yang sebelumnya terjadi di wilayah Sabrang Bendo.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Namun, Kepala Dusun Sabrang Bendo Titin Hikmah Handayani menegaskan bahwa kegiatan selamatan dusun dan selamatan sumber air tersebut tidak memiliki kaitan dengan persoalan yang sempat menjadi perhatian masyarakat sebelumnya.

Ia menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut murni merupakan agenda budaya yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Sabrang Bendo.
“Acara selamatan dusun dan sumber air ini tidak ada kaitannya dengan persoalan kemarin. Jadi ini merupakan acara uri-uri budaya leluhur,” tegasnya.
Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat tetap berupaya menjaga tradisi dan budaya lokal tanpa mengaitkannya dengan persoalan lain yang pernah terjadi.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Bagi warga Sabrang Bendo, selamatan dusun bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk berkumpul, bersyukur, sekaligus mengingat kembali nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur.
Melalui kegiatan seperti pagelaran Jaranan Turonggo Krido Sayekti, masyarakat juga menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya Dusun Sabrang Bendo. Terlebih, keberadaan tradisi lokal dinilai memiliki nilai sosial dan budaya yang dapat memperkuat kebersamaan masyarakat.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Dengan berlangsungnya rangkaian Selamatan Dusun Sabrang Bendo hingga 8 September 2026, masyarakat berharap seluruh prosesi dapat berjalan lancar. Lebih dari itu, tradisi tersebut diharapkan mampu menjaga hubungan harmonis antara masyarakat, alam, dan warisan budaya leluhur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga.
Selamatan dusun pun menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya perlu dipertunjukkan, tetapi juga dirawat dan diwariskan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Penulis: Samsu








