Dokter Nadya Isra Miranti Ikuti PPNK Lemhannas RI, Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta, Lingkarmedia.com – Menjalani tugas sehari-hari sebagai seorang dokter tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M., merasa cukup dengan rutinitasnya di dunia kesehatan. Perempuan yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa tersebut memilih untuk memperluas wawasan kebangsaan dengan mengikuti Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-73 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Program tersebut menjadi pengalaman penting bagi Nadya dalam memperkuat pemahaman mengenai nasionalisme, bela negara, serta nilai-nilai kebangsaan yang dinilai penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Saat ditemui awak media pada Minggu (30/8/2026), di sela kesibukannya di sebuah klinik di Jatinegara, Jakarta Timur, Nadya menceritakan tekadnya mengikuti rangkaian PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI hingga dinyatakan lulus.
Nadya yang merupakan alumni PPNK Angkatan 73 tersebut mengatakan program itu diikuti berbagai kalangan, mulai dari birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, hingga unsur TNI dan Polri.
“Program yang kami ikuti kemarin adalah Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI. Kegiatan ini diikuti oleh kalangan birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, TNI dan Polri dalam rangka penguatan karakter dan jati diri bangsa,” ujar Nadya.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih sepekan, yakni sejak 10 hingga 18 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Lemhannas RI dan ditutup di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita, Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”
Nadya, yang merupakan putri Minang asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menilai program tersebut memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan yang sangat berharga.
Ia menjelaskan, salah satu alasan dirinya mengikuti PPNK adalah karena nilai-nilai kebangsaan memiliki posisi penting bagi setiap warga negara. Menurutnya, perubahan sistem pendidikan membuat generasi saat ini tidak lagi mendapatkan pembelajaran seperti Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sebagaimana generasi sebelumnya.
“Kami mengikuti kegiatan ini karena nilai-nilai kebangsaan sangat penting sebagai warga negara di Republik ini. Di bangku sekolah kami tidak mendapatkan pelajaran P4 lagi. Maka, untuk mengimbangi pengetahuan terkait nilai-nilai kebangsaan, di Lemhannas-lah tempat yang paling tepat,” katanya.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Dalam kegiatan tersebut, Nadya mengaku mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan berbagai narasumber yang kompeten. Interaksi tersebut membuat peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai persoalan kebangsaan.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Batam untuk jenjang S1 Kedokteran dan Institut Kesehatan Helvetia Medan untuk jenjang S2 Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M.) itu juga mengaku mendapatkan pengalaman menarik ketika peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok.
Menurutnya, pembagian kelompok tersebut menghadirkan dinamika tersendiri. Perbedaan pandangan yang muncul dalam diskusi justru menjadi sarana untuk memperkaya wawasan para peserta dalam memahami berbagai persoalan bangsa.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
“Dalam pendidikan tersebut kami juga dibagi beberapa kelompok. Di sanalah dinamika-dinamika berbeda pandangan terjadi, sehingga dapat memperkaya kami akan sesuatu problem kebangsaan,” tuturnya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Nadya adalah ketika peserta mengikuti berbagai simulasi dan permainan atau games. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menguji kekompakan, kerja sama, dan kemampuan peserta dalam menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Bagi Nadya, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa memiliki relevansi yang kuat dengan profesinya sebagai dokter.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti PPNK dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ilmu yang kami dapat terkait nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa sangatlah bermanfaat. Semoga kami dapat mengimplementasikannya di dunia kerja, khususnya dunia kerja yang saya geluti,” ujarnya.
Menurut Nadya, profesi dokter memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat karena setiap hari berhadapan dengan pasien yang membutuhkan pertolongan.
“Apalagi tiap hari berurusan dengan masyarakat yang sakit, yang butuh pertolongan. Dengan nilai-nilai ini saya lebih peka lagi terhadap kondisi mana yang harus saya prioritaskan untuk ditangani,” jelasnya.
Ia optimistis penerapan nilai-nilai kebangsaan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Jika dilakukan secara konsisten, menurutnya, hal tersebut dapat berkontribusi terhadap terwujudnya kemandirian bangsa dan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Jadi, kalau kita telah menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam lingkungan sendiri, otomatis kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” kata Nadya optimistis.
Peserta PPNK Angkatan ke-73 Lemhannas RI yang menggunakan nama angkatan Nusantara Adikara tersebut dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikat.
Sertifikat tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Lemhannas RI Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Selain sertifikat, para peserta juga mendapatkan PIN Lemhannas RI yang pemasangannya dilakukan secara simbolis dalam acara penutupan oleh Gubernur Lemhannas RI.
Mengakhiri keterangannya, Nadya menyampaikan semboyan Lemhannas RI, “Tanhanna Dharmma Mangrva”, yang memiliki arti “Tiada Kebenaran yang Mendua.”
Penulis: Megy / Kontributor








