Karnaval Budaya Desa Junrejo Meriah, 10 RW Tampilkan Adat dan Budaya Nusantara

IMG_20260810_074249

LINGKARMEDIA.COM – Semarak karnaval budaya dalam rangka Selamatan Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah. Kegiatan tersebut menghadirkan beragam penampilan adat, budaya, seni, hingga makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Beragam Dalam Budaya Bersatu Membangun Desa”, karnaval budaya ini diikuti oleh 10 RW yang ada di Desa Junrejo. Masing-masing RW mendapatkan tema daerah yang berbeda melalui undian yang dilakukan oleh panitia.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/karnaval-budaya-pada-selamatan-desa-beji-ke-148-dorong-pelestarian-budaya-dan-ekonomi-warga/

Ketua Panitia Selamatan Desa Junrejo, Simon Purwoali, mengatakan konsep karnaval tahun ini sengaja dibuat berbeda dengan menampilkan tema budaya dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan karnaval dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Desa Junrejo menampilkan tematik. Ada 10 RW membawa tema masing-masing. Artinya, tema daerah ada Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Jawa, Bali. Mereka wajib menampilkan adat dan budaya daerah yang sudah ditentukan,” ujar Simon.

Menurutnya, pembagian tema tersebut membuat setiap peserta memiliki tanggung jawab untuk menggali dan menampilkan berbagai karakteristik budaya dari daerah yang mereka wakili.

Konsep tersebut juga membuat suasana karnaval semakin menarik. Warga tidak hanya mengenakan pakaian adat, tetapi juga menampilkan kesenian tradisional dan berbagai unsur budaya lainnya dalam bentuk pertunjukan.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Sementara itu, Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, menjelaskan bahwa karnaval budaya merupakan kegiatan kedua dari seluruh rangkaian Selamatan Desa Junrejo.

Ia mengatakan, sebanyak 10 RW yang ada di Desa Junrejo mendapatkan kesempatan untuk mewakili provinsi atau daerah tertentu di Indonesia berdasarkan hasil undian dari panitia.

“Kami punya 10 RW, kita undi. 10 RW ini mewakili provinsi-provinsi yang ada di Indonesia,” ungkap Andi Faizal.

Ia menambahkan, setiap RW tidak hanya diwajibkan menampilkan pakaian adat dari daerah yang diperoleh. Mereka juga harus memperkenalkan seni tradisional, budaya, hingga makanan khas daerah tersebut.

“Misalnya mereka memilih Jawa Timur mendapat pilihan Madura, maka mereka harus menampilkan pakaian adat Madura, seni tradisional Madura, makanan khas Madura dan segala seni yang ada di Madura. Itu ditampilkan secara teatrikal. Sama yang lain pun seperti itu, sesuai pilihannya,” imbuhnya.

Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat sepanjang pelaksanaan karnaval. Tidak hanya masyarakat Desa Junrejo, sejumlah warga dari luar desa juga turut menyaksikan berbagai pertunjukan budaya yang ditampilkan peserta.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Keberagaman budaya yang dihadirkan masing-masing RW menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai pakaian adat dan pertunjukan tradisional seolah membawa suasana sejumlah daerah di Indonesia ke tengah masyarakat Desa Junrejo.

Selain penampilan budaya, karnaval juga semakin semarak dengan aksi pengibaran bendera Merah Putih berukuran raksasa, yang ditampilkan oleh SMK Bhineka Tunggal Ika Junrejo.

Bendera tersebut memiliki ukuran lebar sekitar 2 meter dengan panjang mencapai 100 meter. Pengibaran bendera dilakukan oleh puluhan siswa dan dikawal oleh warga dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kecamatan Junrejo.

Wakil Kepala Sekolah SMK Bhineka Tunggal Ika bidang Humas dan Kurikulum, Teguh Wibowo, mengatakan sebanyak 50 siswa dilibatkan dalam aksi membawa bendera raksasa tersebut.

“Kita menampilkan pasukan bendera, dimana bendera tersebut berukuran lebar 2 meter dengan panjang 100 meter,” ungkap Teguh.

Kehadiran bendera raksasa Merah Putih tersebut tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, tetapi juga memiliki pesan nasionalisme yang kuat.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Batu, Drs. Suyono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pengibaran bendera raksasa menjadi simbol penting untuk mengingatkan generasi muda agar terus menjaga semangat kebangsaan dan Merah Putih.

“Bendera raksasa ini dibawa dan dikawal oleh pendekar dari PSHT Kecamatan Junrejo. Ini menjadi simbol pengingat bagi generasi kita bahwa Merah Putih harus tetap ada di dada,” kata Suyono.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Karnaval budaya tersebut menjadi salah satu rangkaian Selamatan Desa Junrejo yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.

Melalui tema “Beragam Dalam Budaya Bersatu Membangun Desa”, kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman adat dan budaya dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Dengan keterlibatan seluruh RW, pelajar, komunitas, serta masyarakat luas, karnaval budaya Desa Junrejo menjadi momentum untuk merawat tradisi sekaligus menanamkan nilai nasionalisme dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses