Peluncuran Buku “Bunga Rampai: Isu Perempuan, Perspektif, Tantangan, dan Transformasi”
LINGKARMEDIA.COM – Peluncuran buku bertema perempuan kembali menjadi sorotan dalam momentum peringatan Hari Kartini tahun ini. Kali ini, FORHATI Majelis Wilayah Jawa Timur menghadirkan karya intelektual bertajuk “Bunga Rampai: Isu Perempuan, Perspektif, Tantangan, dan Transformasi” Seri 1. Acara launching buku tersebut digelar di Kafe Kane dan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen terhadap perjuangan perempuan di Indonesia.
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni peluncuran buku, tetapi juga menjadi forum diskusi dan pertukaran gagasan yang sarat makna. Buku ini merupakan hasil kolaborasi 21 perempuan inspiratif dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, profesional, aktivis, hingga ibu rumah tangga. Mereka menyumbangkan pemikiran kritis, pengalaman personal, serta analisis mendalam terkait isu-isu perempuan yang terus berkembang di tengah dinamika sosial.

Ketua FORHATI Jawa Timur, Ana Sopanah Supriyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki komitmen kuat untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan melalui jalur intelektual. FORHATI, menurutnya, bukan hanya organisasi alumni, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan gagasan progresif yang mampu menjawab tantangan zaman.
“FORHATI sebagai organisasi intelektual perempuan yang berakar pada nilai-nilai Islam moderat, progresif, dan inklusif, terus hadir memberikan ide, gagasan, serta solusi nyata bagi persoalan perempuan melalui karya-karya produktif seperti buku ini,” ujarnya dalam acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Buku Bunga Rampai ini memuat beragam tulisan yang dikelompokkan dalam tiga tema besar, yaitu pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Ketiga tema tersebut dipilih karena dianggap sebagai pilar utama dalam mendorong kemajuan perempuan. Dalam sektor pendidikan, misalnya, dibahas bagaimana perempuan menghadapi tantangan dalam meraih puncak karier akademik, termasuk hambatan struktural dan kultural yang masih sering ditemui.

Di bidang ekonomi, buku ini mengangkat isu pemberdayaan perempuan melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para penulis menyoroti pentingnya akses terhadap modal, pelatihan, serta jaringan bisnis sebagai kunci utama untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan. Selain itu, konsep kewirausahaan sosial juga menjadi salah satu fokus pembahasan yang menawarkan pendekatan bisnis berbasis dampak sosial.
Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1AsvdQn4uw/
Sementara itu, dalam aspek sosial budaya, buku ini membedah berbagai isu seperti kepemimpinan perempuan dalam perspektif Islam, keadilan gender, kesehatan mental perempuan, hingga konsep ekofeminisme. Semua tema dibahas dengan pendekatan akademik yang kuat namun tetap relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan buku tersebut tidak hanya bernilai teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Keterlibatan 21 penulis dalam buku ini menjadi kekuatan tersendiri. Setiap penulis membawa perspektif unik berdasarkan pengalaman dan latar belakang masing-masing. Keberagaman ini justru memperkaya isi buku.
Kehadiran buku “Bunga Rampai: Isu Perempuan, Perspektif, Tantangan, dan Transformasi” diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan wacana keilmuan sekaligus praktik pemberdayaan perempuan di Indonesia. Buku ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata yang dapat dijadikan pembelajaran.
Lebih dari itu, buku ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para pembuat kebijakan, akademisi, aktivis, serta masyarakat umum dalam merumuskan program-program yang berpihak kepada perempuan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis pengalaman, buku ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu referensi penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.
Pada akhirnya, peluncuran buku ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari ketimpangan akses, diskriminasi, hingga berbagai bentuk ketidakadilan lainnya. Namun, melalui kolaborasi, pemikiran kritis, dan aksi nyata seperti yang dilakukan oleh FORHATI Jawa Timur, harapan untuk menciptakan perubahan yang lebih baik tetap terbuka lebar.
Semangat yang diusung dalam buku ini adalah semangat transformasi—sebuah upaya untuk tidak hanya memahami realitas, tetapi juga mengubahnya menjadi lebih baik. Dengan demikian, buku ini bukan hanya sekadar kumpulan tulisan, tetapi juga menjadi simbol gerakan intelektual perempuan yang terus bergerak maju, membawa perubahan, dan memberikan inspirasi bagi generasi mendatang.
Penulis: Putra
Editor : Samsu








