Tari Kolosal “Ngroto Pros Perigi” Meriahkan Selamatan Desa Ngroto Ke-166
LINGKARMEDIA.COM – Selamatan Desa Ngroto ke-166 di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, berlangsung meriah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada peringatan tahun 2026 ini, masyarakat Desa Ngroto memperkenalkan tarian budaya asli desa bertajuk “Ngroto Pros Perigi”, sebuah kesenian yang menggambarkan kemakmuran alam dan kehidupan masyarakat setempat.
Penampilan perdana tari Ngroto Pros Perigi digelar dalam rangkaian Selamatan Desa Ngroto yang berlangsung di depan Balai Desa Ngroto pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Wujud Keabadian Kemakmuran Desa Ngroto” dan menjadi daya tarik utama dalam pawai budaya yang diikuti warga serta berbagai lembaga desa.
Tari Ngroto Pros Perigi ditampilkan secara kolosal oleh 166 siswa dan siswi SD Negeri Ngroto. Jumlah penari tersebut sengaja disesuaikan dengan usia Selamatan Desa Ngroto yang telah memasuki tahun ke-166. Dengan mengenakan busana khas yang merepresentasikan identitas budaya lokal, para penari tampil memukau di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kepala Desa Ngroto, Prayogi, SH, mengatakan bahwa penampilan tarian tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat desa karena sekaligus menandai peluncuran resmi tari Ngroto Pros Perigi sebagai salah satu warisan budaya lokal yang telah dipatenkan pada tahun 2025.
Menurutnya, kehadiran tarian ini bukan hanya menjadi hiburan dalam perayaan selamatan desa, tetapi juga merupakan simbol komitmen pemerintah desa dalam melestarikan budaya asli yang lahir dan berkembang di tengah masyarakat Ngroto.

“Pawai budaya ini kami buka dengan tarian khusus asli Ngroto secara kolosal yang dibawakan anak-anak lembaga pendidikan SDN Ngroto. Nama tariannya Ngroto Pros Perigi yang memiliki makna kemakmuran, dengan jumlah penari sebanyak 166 orang anak,” ujar Prayogi saat ditemui di sela-sela persiapan acara.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Ia menjelaskan bahwa tema kemakmuran yang diangkat dalam tarian tersebut terinspirasi dari kondisi alam Desa Ngroto yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Gerakan tari menggambarkan keharmonisan antara manusia dan alam, sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil bumi yang dimiliki desa.
Lebih lanjut, Prayogi menegaskan bahwa Pemerintah Desa Ngroto berkomitmen menjadikan pawai budaya sebagai wadah untuk menampilkan berbagai potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, budaya, kesenian, tradisi, hingga hasil karya warga dapat diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
“Untuk pawai budaya ini kami ingin mengangkat budaya lokal yang berada di Desa Ngroto. Kami ingin seluruh potensi yang ada di desa ini dapat terlihat dan dikenal masyarakat melalui kegiatan pawai budaya,” katanya.
Komitmen pelestarian budaya di Desa Ngroto sebenarnya telah dilakukan sejak lama. Pemerintah desa bersama masyarakat diketahui telah membentuk berbagai lembaga adat sejak tahun 2014 sebagai sarana menjaga, mengembangkan, dan mewariskan tradisi kepada generasi berikutnya.

Melalui peluncuran tari Ngroto Pros Perigi dalam Selamatan Desa Ngroto ke-166, pemerintah desa berharap budaya lokal tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi identitas yang membanggakan masyarakat. Keterlibatan anak-anak dalam pertunjukan kolosal tersebut juga menjadi langkah nyata dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Perayaan Selamatan Desa Ngroto tahun ini pun menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal dapat terus hidup serta berkembang seiring perjalanan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai kearifan yang diwariskan oleh para leluhur.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








