Ribuan Warga Semarakkan Pawai Budaya Slametan Desa Tawangsari Ke-200 Tahun

IMG_20260624_213139

LINGKARMEDIA.COM – Ribuan warga memadati ruas jalan Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dalam gelaran Pawai Budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Slametan Desa Tawangsari ke-200 tahun. Kegiatan berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai atraksi budaya, kesenian tradisional, serta partisipasi aktif masyarakat dari seluruh penjuru desa.

Perayaan dua abad Desa Tawangsari menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan dalam menjaga warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/polres-batu-gelar-ziarah-dan-tabur-bunga-di-tmp-suropati-penghormatan-pada-pahlawan-di-hari-bhayangkara-ke-80/

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak memadati jalur utama desa untuk menyaksikan pawai budaya yang menampilkan lebih dari 30 kontingen. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari lembaga desa, kelompok seni, hingga perwakilan rukun tetangga (RT) dari lima dusun yang ada di Desa Tawangsari, yakni Dusun Manting, Ngereh, Mejuran, Bunder, dan Ngebrong.

Beragam penampilan seni budaya lokal menjadi daya tarik utama dalam pawai tersebut. Kesenian bantengan yang enerjik, dramben yang penuh semangat, hingga tradisi religius Ishari yang khas menjadi bagian dari suguhan budaya yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Kepala Desa Tawangsari, Miftakhul Anwar, saat ditemui awak media di kantornya mengatakan, bahwa peringatan Slametan Desa tahun ini mengusung tema “Desa Tawangsari dengan Semangat Bermasyarakat Mewujudkan Desa Bermartabat.” Tema tersebut mencerminkan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun desa yang maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai tradisional.

“Perayaan tahun ini sangat istimewa karena menandai perjalanan panjang Desa Tawangsari yang telah memasuki usia dua abad. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat,” ujar Miftakhul Anwar.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurutnya, pawai budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian tradisi yang selama ini menjadi identitas masyarakat Tawangsari. Ia menegaskan bahwa budaya lokal seperti Ishari, bantengan, dan dramben masih terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

“Kesenian seperti Ishari, bantengan, dan dramben merupakan warisan budaya yang hingga kini tetap hidup di tengah masyarakat. Tradisi ini tidak pernah mati dan terus dilestarikan oleh generasi penerus,” ungkapnya.

Tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, rangkaian Slametan Desa Tawangsari ke-200 juga diisi dengan berbagai kegiatan religius dan tradisional yang telah dimulai sejak pertengahan Juni. Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan serentak di musala-musala seluruh desa.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Selanjutnya, masyarakat menggelar tasyakuran di punden-punden desa serta doa bersama di sejumlah sumber mata air yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas keberkahan alam dan kehidupan yang telah menopang perjalanan desa selama ratusan tahun.

Selain itu, doa bersama juga dilaksanakan di balai desa dan balai dusun sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Desa Tawangsari hingga mencapai usia 200 tahun. Nuansa religius yang menyatu dengan tradisi budaya menjadi ciri khas perayaan slametan desa kali ini.

Rangkaian kegiatan peringatan dua abad Desa Tawangsari masih akan terus berlanjut dengan berbagai agenda seni dan keagamaan. Beberapa kegiatan yang telah dijadwalkan antara lain pertunjukan Ishari tingkat Kecamatan Pujon, karnaval sound system, pertunjukan bantengan, pagelaran musik dangdut, pemilihan Sinok Desa, pengajian akbar, hingga penampilan grup legendaris Nasida Ria dari Semarang.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Sementara itu, Camat Pujon, Sujarwo Ady Wijayanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karnaval Budaya sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Desa Tawangsari ke-200. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata rasa syukur masyarakat sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarwarga.

“Kami berharap Desa Tawangsari senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemajuan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta menjadi hiburan yang membangun kebersamaan masyarakat,” ujar Sujarwo.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung serta mematuhi arahan panitia dan petugas keamanan demi kelancaran seluruh rangkaian acara.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=ZS-97TFYGYn89k

Peringatan dua abad Desa Tawangsari bukan hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga refleksi perjalanan panjang masyarakat dalam menjaga nilai gotong royong, budaya, dan spiritualitas. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Tawangsari menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan.

Melalui berbagai kegiatan yang digelar, masyarakat berharap Desa Tawangsari dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, sejahtera, dan tetap berakar kuat pada budaya leluhur yang menjadi identitas bersama.

“Semoga Tawangsari semakin barokah, semakin maju, serta menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi bagi seluruh masyarakatnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses